WR III USU Dan Dr. Sutiarnoto Dikukuhkan Jadi Guru Besar

  • Bagikan
PROSESI pengukuhan Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan sebagai guru besar USU oleh Rektor USU, Dr. Muryanto Amin. Waspada/ist
PROSESI pengukuhan Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan sebagai guru besar USU oleh Rektor USU, Dr. Muryanto Amin. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Wakil Rektor (WR) III Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan S.Si, MSi, Apt dan Dr. Sutiarnoto, SH M.Hum, dikukuhkan menjadi guru besar tetap USU di Auditorium USU, Jumat (26/11).

Rektor USU Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si mengatakan, dewan guru besar merupakan role model untuk memberikan pemikiran dan menciptakan produk ilmiah sesuai kompetensi di bidangnya masing-masing.

“Guru besar bertugas mengembangkan dan memberi contoh program pembelajaran yang inovatif, menghasilkan kolaborasi riset dengan kualitas publikasi internasional bereputasi dan memiliki hak cipta yang berkompeten dihirilisasi dan komersialisasi,” ujar rektor.

Rektor berharap, Prof. Dr. Sutiarnoto., SH, M.Hum dari Fakultas Hukum dan Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan dari Fakultas Farmasi dapat memajukan publikasi inovasi dan pengabdian kepada masyarakat.

“Pidato pengukuhan yang disampaikan oleh dewan guru besar yang dikukuhkan memiliki urgensi ilmu pengetahuan dalam menciptakan inovasi penting. Kami menunggu ide kreatif dan inovatif untuk semangat memberi manfaat bagi kemanusiaan,” tuturnya.

Dalam pengukuhan tersebut, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan., S.Si, M.Si., Apt menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Potensi Daun Bangun-bangun sebagai suatu Kearifan Lokal dalam Pengembangan Obat Kanker Payudara”.

Prof. Dr. Poppy menjelaskan bahwa kanker payudara merupakan penyebab utama kematian wanita. Lebih dari setengah penderita kanker payudara terdapat di negara berkembang. Oleh karena itu, usaha penemuan obat baru yang aman dan selektif perlu untuk dilakukan.

“Indonesia memiliki obat tradisional dan herbal yang telah digunakan secara turun temurun, ini perlu dilakukan pengujian. Trend masyarakat yang back to nature memotivasi para peneliti untuk mencari obat kanker dari senyawa alam karena kenyaaannya belum ada obat kanker yang benar-benar selektif,” ucapnya.

Tanaman Bangun adalah yanaman asli yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Batak di Sumatera Utara. Bangun-bangun merupakan tanaman obat yang digunakan ssebagai sayuran karena dapat meningkatkan kuantitas ASI dan mempercepat penyembuhan pasca melahirkan oleh masyaraka Batak sejak ratusan tahun.“Perlu ada kajian lebih lanjut mengenai efek daun ini pada sistem hormon yang kemungkinan besar memiliki keterkaitan dengan progresivitas kanker payudara,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Sutiarnoto, SH, M.Hum menyampaikan pidato pengukuhannya yang berjudul “Kepentingan Negara Berkembang dalam Sistem Penyelesaian Sengketa WTO Studi Kasus Indonesia”. (m19)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *