Waspada
Waspada » Wartawan Harus Senantiasa Upgrade Kualitas Diri
Medan

Wartawan Harus Senantiasa Upgrade Kualitas Diri

KEGIATAN zoom meeting wartawan Sumut dengan dewan pers. Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menegaskan wartawan harus senantiasa upgrade kualitas diri untuk menunjang kompetensinya selaku insan pers. Waspada/Ist
KEGIATAN zoom meeting wartawan Sumut dengan dewan pers. Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menegaskan wartawan harus senantiasa upgrade kualitas diri untuk menunjang kompetensinya selaku insan pers. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Seiring perkembangan zaman khususnya memasuki era digital, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menegaskan wartawan senantiasa untuk meningkatkan kualitas diri (upgrade) untuk menunjang kompetensinya selaku insan pers.

Demikian dikatakan Mohammad Nuh dalam sambutannya saat membuka pelatihan jurnalistik dalam rangka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) hasil kerja sama Dewan Pers dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut secara virtual, Rabu (17/2).

Di hadapan 50-an wartawan asal Sumut yang bakal mengikuti UKW tingkat Utama, Madya, dan Muda, Mohammad Nuh memaparkan pentingnya seorang pelaku jurnalistik untuk meng-upgrade dirinya dan menguji kompetensi.

“Wartawan wajib upgrade kompetensi diri sesuai perkembangan zaman yang dinamis ini, khususnya memasuki era serba digital. Karena siapapun sekarang ini butuh digital technology dalam bidang apapun,” kata Nuh.

Setelah itu, pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang Filosofi Jurnalistik yang disampaikan oleh Jamalul Insan. Dalam paparannya, Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan & Pengembangan Profesi Pers Dewan Pers tersebut juga memberi penyegaran kepada peserta tentang fungsi dan peran pers Indonesia serta kompetensi wartawan.

Rambu Hukum

Selanjutnya, peserta mendapat paparan materi tentang Kode Etik Jurnalistik dan Hukum Pers mencakup Rambu Hukum, Etik, dan Pedoman Pemberitaan yang disampaikan oleh Irmanto. Salah satu poin penting adalah pemaparan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

“Segala berita sebelum dipublikasi di media, harus melalui proses verifikasi informasi agar berita tersebut layak dan tidak menimbulkan kekeliruan di kemudian hari. Ingat, tugas utama wartawan adalah verifikasi informasi. Berita pun harus bersifat penting dan informatif bagi publik,” papar Irmanto.

Begitu juga dengan pengambilan informasi dari media sosial. Disebutkan, hal tersebut wajar-wajar saja, namun tetap informasi itu harus diverifikasi. Karena itu, standar kompetensi wartawan menjadi penting untuk dipahami wartawan.

Sesi terakhir mencakup Teknik Wawancara dan Penulisan Berita menampilkan Rita Sri Hastuti (Anggota Komisi Kompetensi Wartawan PWI Pusat) selaku pemateri.

Di sini, Rita menjelaskan pentingnya teknik wawancara dan penulisan berita bagi wartawan dalam tugasnya sehari-hari termasuk sejumlah poin-poin yang diuji saat UKW.

Ketua PWI Sumut, H Hermansjah SE, mengatakan 54 dari 60 peserta nantinya akan mengikuti proses UKW pada 23-25 Februari mendatang di Kota Medan, dengan penguji dari Dewan Pers. (cas)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2