Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19 Diangkut Pakai Ambulans Ke Ex Hotel Soechi Jalani Isolasi

Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19 Diangkut Pakai Ambulans Ke Ex Hotel Soechi Jalani Isolasi

  • Bagikan
WALI KOTA Medan Bobby Nasution melihat mobil ambulans yang membawa salah seorang warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke ek Hotel Soechi Medan. Waspada/ME Ginting
WALI KOTA Medan Bobby Nasution melihat mobil ambulans yang membawa salah seorang warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke ek Hotel Soechi Medan. Waspada/ME Ginting

MEDAN (Waspada): Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution melihat salah seorang warga yang paling  pertama menjalani isolasi terpusat (isoter) di ex Hotel Soechi Internasional Jalan Cirebon, yang kini telah dijadikan sebagai tempat isolasi bagi warga Kota Medan terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala (OTG), Minggu (1/8).

Warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu diangkut dengan menggunakan ambulan dan petugas medis yang membawanya mengenakan pakaian asmat (pelindung Covid-19). Selain fasilitas kesehatan yang lengkap, petugas medis dan  obat-obatan, ex Hotel Soechi juga dilengkapi fasilitas olahraga yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Bobby mendatangi ex Hotel Soechi untuk melihat pengoperasiannya sebagai tempat isoter bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Dandim 0201/BS Kol Inf Agus Setiandar, Sekda Wiriya Alrahman serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan.

Begitu tiba, Bobby langsung melihat ruang ICU yang berada di lantai dasar. Setelah itu ia naik ke lantai satu yang dulunya digunakan sebagai lobi hotel. Kemudian keluar ruangan untuk melihat warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 diangkut dengan menggunakan ambulan dan selanjutnya dibawa ke ruang ICU untuk menjalani sejumlah pemeriksaan.

Di hadapan wartawan, Bobby menjelaskan, ex Hotel Soechi sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana untuk mendukung sebagai tempat isoter. Diungkapkannya,  ex Hotel Soechi memiliki 240 kamar dengan fasilitas yang sangat baik, termasuk fasilitas gym dengan peralatan yang lengkap, kolam renang  (dilarang dipergunakan), lapangan tennis dan basket.

“Penanganan Covid-19 tidak hanya sekedar minun obat dan vitamin saja, imunitas tubuh kita bisa dibentuk dari perasaan seperti rasa senang dan gembira. Jadi seluruh fasilitas untuk meningkatkan kebugaran yang ada di tempat ini bisa dimanfaatkan guna meningkatkan imunitas tubuh,” kata Bobby.

Selain seorang warga yang diantar ambulan, Bobby menjelaskan ada 10 orang warga lainnya yang sudah mendaftarkan diri secara pribadi serta diluar yang diwajibkan untuk menjalani isoter.

Selama menjalani isoter, tegas Bobby, warga tidak dikenakan biaya alias gratis, baik makan, obat-obatan dan vitamin yang diberikan. Sedangkan kriteria yang dapat menjalani isoter di ex Hotel Soechi adalah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan, terutama  tanpa gejala (OTG).

“Mengapa yang OTG kita isoter, sebab merekalah yang kemungkinan besar berperan dalam penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Biasanya OTG ini hanya bertahan dua hari saja menjalani isolasi di rumah, karena merasa dirinya sehat, mereka kemudian jalan-jalan sehingga dikhawatirkan menyebarkarkan Covid-19,” ujarnya.

Ditambahkan Bobby, apalagi di PPKM Level 4 saat ini, diperbolehkan makan di tempat selama 20 menit. Sebab, tidak ada yang membedakan antara OTG dengan masyarakat yang sehat. Itu sebabnya OTG yang di prioritaskan sebagai  upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Civid-19,” ungkapnya.

Di kesempatan itu, Bobby juga menyinggung penyekatan yang dilakukan sejak ditetapkannya PPKM darurat dan Level 4, banyak masukan yang diterima Kapolrestabes Medan dan Dandim 0201/BS  terkait efektifitas penyekatan yang dilakukan.

Dikurangi

Dikatakannya, yang benar-benar efektif penyekatan yang dilakukan di kawasan perbatasan Medan dengan Deli Serdang dan Binjai. Sedangkan penyekatan yang dilakukan di Kota Medan saat ini ada sekitar 30-an lokasi penyekatan yang dilakukan akan dikurangi secara perlahan.

“Mudah-mudahan setelah tanggal 2 Agustus, kalau pun nantinya PPKM Level 4 diperpanjang, tentunya akan kita sesuaikan dan akan kita beradaptasi dengan peraturan-peraturan yang ada,” jelasnya.

Bobby menyampaikan ketidaksetujuannya atas sanksi yang dilakukan terhadap masyarakat di sejumlah daerah akibat melanggar protokol kesehatan sehingga akhirnya merugikan masyarakat. Seharusnya, yang diperangi adalah Covid-19 bukan masyarakat.

“Seharusnya yang dihukum itu virusnya, bukan orangnya. Yang melanggar prokes, kita periksa apakah tubuhnya ada virus atau tidak. Kalau ada virus, kita bawa kemari (ex Hotel Soechi). Apabila setelah di PCR, hasilnya positif, langsung kita inapkan di tempat ini,” ungkapnya.

Sedangkan Plt Kadis Kesehatan Kota Medan Syamsul Arifin Siregar menjelaskan, isoter diprioritaskan bagi warga Kota Medan yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala (OTG).

“Saat ini yang menjalani isoter baru 1 orang, kemungkinan diikuti 10 orang yang telah mendaftar secara pribadi. Di samping itu kemungkinan ada 1 orang lagi, supir salah seorang ASN yang terkonfirmasi positif Covid-19,” jelas Syamsul. (m26)

 

  • Bagikan