Waspada
Waspada » Warga Protes Bangunan Ganggu Kenyamanan
Medan

Warga Protes Bangunan Ganggu Kenyamanan

SEJUMLAH emak-emak mendatangi bangunan Jalan Gatot Subroto Gg Dame Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah, Rabu (10/6). Mereka protes bangunan yang ganggu kenyamanan itu. Warga protes bangunan yang ganggu kenyamanan itu. Waspada/Ilin.
SEJUMLAH emak-emak mendatangi bangunan Jalan Gatot Subroto Gg Dame Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah, Rabu (10/6). Mereka protes bangunan yang ganggu kenyamanan itu. Warga protes bangunan yang ganggu kenyamanan itu. Waspada/Ilin.

MEDAN (Waspada):  Belasan emak-emak datangi pemilik bangunan di Jalan Gatot Subroto Gg Dame Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah, Rabu, (10/6). Warga protes bangunan yang ganggu kenyamanan itu.

Warga protes bangunan yang ganggu kenyamanan itu, dan sudah berulangkali mereka mengingatkan agar mengambil langkah agar dicari solusinya.

Anehnya, pembangunan sebuah toko persis di depan jalan besar Gatot Subroto tersebut terus dikerjakan.

Menurut Maimunah, yang samping rumahnya persis di belakang bangunan toko yang sedang dikerjakan itu, selain ribut, abu dan serpihan batu atau semen dari bangunan itu sudah sangat mengganggu.

Bahkan sudah menimbulkan kerusakan pada rumahnya.

Bahkan sudah berulangkali mengingatkan pada pekerja tukang yang sedang bekerja, tapi tidak pernah diindahkan.

Begitu juga dengan rumah Estua Sembiring yang juga persis di sebelah bangunan toko yang sedang dibangun itu.

Seng dan bangunan rumahnya pun ikut rusak .

Warga juga kesal karena sering terganggu ketika melinta di samping bangunan itu, yang juga merupakan jalan umum, tempat masyarakat keluar masuk.

Mereka sering kena percikan semen atau batu mengenai kepala orang lewat tanpa jaring pengaman.

Warga yang kesal dan kejadian ini sudah berlangsung dua bulan lebih.

Akhirnya masyarakat keberatan dengan mendatangi pemilim bangunan toko, yang sedang dikerjakan para tukangnya.

Dengan didampingi para bapak-bapak warga disekitarnya, mereka ingin berjumpa dengan pemiliknya.

Namun tidak berhasil dengan alasan belum bisa dihubungi.

Seseorang yang mewakili pemilik bangunan itu datang yang mengatakan dia adalah pemborongnya bermaksud untuk meredam para ibu yang sedang marah dan emosi.

Karena merasa pemilik bangunan tidak mau mengindahkan keluhan warga setempat.

Namun masyarakat hanya ingin berjumpa langsung dengan pemiliknya.

Hingga berita ini diturunkan, warga yang juga didampingi Kepling dilingkungan setempat Syarifah Kamalia belum mendapat jawaban dari pemilik bangunan.

“Kami hanya mau berjumpa dengan pemilik bangunan,” katanya.

Tidak dengan lain, mereka menuntut  pertanggungjawaban semua kerusakan dan telah mengganggu kenyamanan warga di sini.

Dengan kedatangan yang berlangsung sekira pukul 10.00 WIB pagi tadi tersebut, warga hanya mau berjumpa dengan pemilik bangunan guna memberikan jawaban.

Mereka juga menuntut pertanggung jawaban atas kerugian dan ketidak nyamanan yang dirasakan mereka beberapa bulan ini. (clin)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2