Warga Kecewa, Pekan Kuliner Di KCW Undang Kerumunan

Warga Kecewa, Pekan Kuliner Di KCW Undang Kerumunan

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Pandemi Covid-19 belum usai, masyarakat bahkan masih menjalankan prokes sesuai peraturan pemerintah. Mulai masih menggunakan masker, melakukan vaksinasi, mencuci tangan bahkan masuk ke tempat keramaian seperti mall melakukan scan PeduliLindungi selain taat dicek suhu.

Sayangnya, pemerintah sendiri justru abai dalam hal ini. Seperti terpantau pada pembukaan arena pekan kuliner di kawasan Kesawan City Walk (KCW) Medan justru mengundang kerumunan. Pengunjung berdesakan pada pembukaan pekan kuliner kondangan yang berlangsung di Warenhuis.

Begitu juga di Kesawan Medan, saat hujan turun para pengunjung berteduh ke pinggir yang juga justru menimbulkan kerumunan dan abai akan aturan berjarak.

Salah seorang warga Medan, Devi sangat kecewa dengan kondisi ini. Ia menilai kegiatan arena kuliner itu terlalu buru-buru dibuka kembali. Apalagi katanya Natal dan tahun baru (Nataru) mau dibuat pemerintah pusat menjadi PPKM Level 3.

“Alangkah lebih baiknya pekan kuliner dan Kesawan City Walk (KCW) dibuka sehabis Nataru, jangan sepele, harusnya taatilah aturan pemerintah pusat, sudah capek kita sama pandemi ini. Jangan menambah lagi dengan dibikinnya tempat berkumpul warga,” ucapnya pada Minggu (20/11).

Tambahnya lagi, ia yang juga sebagai pengunjung di perhelatan pekan kuliner kondangan (PKK) maupun KCW itu justru para pengunjung banyak yang lolos dari scan PeduliLindungi.

“Katanya kalau mau masuk ke kawasan Kesawan prokesnya harus ketat, jangan hanya omongan belaka saja pakai scan peduli lindungi, nyatanya tidak ada,” ucap Devi lagi.

Banyak yang lolos dari scan PeduliLindungi juga diakui oleh Indra. “Banyak yang masuk saja tanpa di scan PeduliLindungi. Bahkan ada juga yang melepas maskernya, padat kalipun, mulai bubar saat hujan turun. Jangan sampe jadi klaster gelombang ketiga la,” harap Indra.

Keramaian

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Mardohar Tambunan saat dikonfirmasi mengakui memang terjadi keramaian, tapi sebutnya melihat itu ia langsung marah dan menyuruh bubar pengunjung yang berkumpul-kumpul.

“Saya marahi, saya bilang kalian kok jadi rame, bubar -bubar. Keramaian itu karena antusias melihat pertunjukan. Untuk prokes sudah bagus berjalan, rapi kok, teratur, tapi karena hujan bubar dan lari ke pinggir jadi berkumpul kumpul la orang itu,” ucap Mardohar.

Terkait akan diberlakukannya PPKM Level tiga jika sudah ada keputusan kemendagri, Mardohar mengatakan kota Medan tetap patuhi keputusan pemerintah pusat. Namun jelasnya PPKM level 3 itu untuk mengantisipasi kerumunan mendekati nanti akhir tahun.

“Itu satu strategi jangan terjadi ledakan , kita kan tidak mau lagi. Belajar dari Situ dengan PPKM level 3 itu, tidak ketat kali tapi tidak longgar juga. Kota Medan tetap mengikuti aturan dari pusat.

Untuk mengantisipasi prokes di kawasan Kesawaan katanya Pemko Medan akan terus menyempurnakannya.

“Mudah- mudahan kita terus menyempurnakannya. Kalau yang di Warenhuis itukan hanya 3 hari tapi KCW itu kan dibuka kembali setelah sudah pernah diresmikan. Jadi kita melihat lagi agar tidak terjadi seperti lalu lalu,” tandasnya. (cbud)

Teks foto

Situasi di Pekan Kuliner Kondangan di kawasan Gedung Warenhuis Medan.Waspada/Mahbubah Lubis

  • Bagikan