Warga Danau Siombak Desak Pemerintah Tetapkan Status Jalan

Warga Danau Siombak Desak Pemerintah Tetapkan Status Jalan

  • Bagikan
ANGGOTA DPRD Medan Abdul Latif  berdialog dengan warga saat melaksanakan musyawarah dengan warga Jl. Takenaka dan Jl. Pasar Nippon Kecamatan Medan Marelan, Senin (27/9). Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Pasca penutupan jalan menuju kawasan objek wisata Danau Siombak yakni Jl. Takenaka Kelurahan Labuhandeli dan Jl. Pasar Nippon Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, sejumlah warga dan anggota DPRD Medan mendesak Pemko Medan segera menetapkan status kelas jalan demi mencegah terjadinya konflik yang berkepanjangan antara dua kelompok warga yang pro kontra terhadap pemblokiran kedua jalan tersebut.

Dalam musyawarah warga yang dihadiri anggota DPRD Medan Abdul Latif, warga meminta agar Pemko Medan segera menetapkan status kelas Jl. Takenaka dan Jl. Pasar Nippon agar truk-truk bertonase tinggi dan berbadan besar tidak bisa lewat di jalan tersebut, apalagi di jalan tersebut kondisinya sempit dan berada di pemukiman padat penduduk.

“Kedua jalan tersebut sangat sempit dan tidak layak dilintasi oleh truk-truk berbadan besar dan lokasinya berada di kawasan pemukiman padat penduduk,” sebut Abdul Latif kepada Waspada, Selasa (28/9) usai mengadakan pertemuan dengan warga sekitar.

Abdul Latif juga menyebutkan, pihaknya telah melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak-pihak terkait terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut sehingga tidak menimbulkan konflik berkepanjangan, apalagi ada dua kubu warga yang pro dan kontra terhadap pemblokiran jalan tersebut.

Selain itu, tambah Abdul Latif, masyarakat di kawasan tersebut juga meminta para pemilik gudang atau pengusaha depo agar segera memindahkan aktivitas seluruh truk kontainer dari kawasan Jl. Pasar Nippon.

Pemblokiran

Sebagaimana diketahui, selama beberapa hari ini sejumlah warga melakukan pemblokiran di simpang jalan masuk menuju objek wisata jalan Danau Siombak dengan meletakkan ban-ban besar di badan jalan memprotes puluhan truk-truk kontainer yang setiap hari melintasi Jl. Takenaka dan Jl. Pasar Nippon.

Pasalnya, kualitas jalan tidak layak untuk dilintasi oleh truk-truk berbadan besar atau truk kontainer karena mempercepat kerusakan badan jalan dan kondisi jalan yang sempit, menebarkan debu dan di kawasan pemukiman padat penduduk.

Pemblokiran jalan tersebut ternyata tidak mendapat dukungan dari semua warga, karena sebagian warga yang tidak setuju dengan pemblokiran tersebut karena banyak pemilik warung yang kehilangan langganannya setelah truk-truk dilarang masuk ke kawasan jalan menuju Danau Siombak.(m27)

  • Bagikan