Waspada
Waspada » Wamenag RI: Belum Ada Kepastian Pemberangkatan Calhaj Tahun 2021
Medan

Wamenag RI: Belum Ada Kepastian Pemberangkatan Calhaj Tahun 2021

WAKIL Menteri Agama RI Drs H Zainut Tauhid Sa'adi, MSi bersama Kepala Kantor Kementrian Agama Wilayah Provinsi Sumut, Drs H Syahrul Wirda, MM, Kabag TU, H Muhammad David Saragih, Rektor UINSU, Prof.Syahrin Harahap foto bersama usai pemberian ulos. Wakil Menteri Agama RI, Drs H Zainut Tauhid Sa'adi, MSi menyebutkan, belum ada kepastian pemberangkatan Jamaah calon haji (calhaj) tahun 2021. Waspada/Anum Saskia
WAKIL Menteri Agama RI Drs H Zainut Tauhid Sa'adi, MSi bersama Kepala Kantor Kementrian Agama Wilayah Provinsi Sumut, Drs H Syahrul Wirda, MM, Kabag TU, H Muhammad David Saragih, Rektor UINSU, Prof.Syahrin Harahap foto bersama usai pemberian ulos. Wakil Menteri Agama RI, Drs H Zainut Tauhid Sa'adi, MSi menyebutkan, belum ada kepastian pemberangkatan Jamaah calon haji (calhaj) tahun 2021. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Wakil Menteri Agama RI, Drs H Zainut Tauhid Sa’adi, MSi menyebutkan, belum ada kepastian pemberangkatan Jamaah calon haji (Calhaj) tahun 2021.

Sebab, Pemerintah Arab Saudi belum memberi kepastian. Hal itu disampaikan,Selasa(30/3) saat berlangsungnya Pembinaan ASN dan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1442 H di Kantor Kemenag Sumut.

Turut hadir Kepala Kantor Kementeria Agama Wilayah Provinsi Sumut,Drs.H.Syahrul Wirda, MM, Kabag TU, H Muhammad David Saragih, Rektor UINSU, Prof Syahrin Harahap dan para Kakan Kemenag Kabupaten/Kota dan ASN di lingkungan Kemenagsu.

Lebih lanjut disampaikan, meskipun Pemerintah Arab Saudi belum memberi kepastian, namun Pemerintah RI terus melakukan ikhtiar dengan pelaksanaan vaksin bagi Calhaj.

Selain itu merampungkan proses persiapan bagi jamaah. “Seandainya pemerintah Arab Saudi membuka kesempatan untuk berangkat, kita sudah siap,” ujarnya.

Hal lain disampaikannya, agar dalam pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan nanti, para ASN Kemenag, tetap menjadi contoh teladan.

“Jangan ada yang harus bertengkar dalam perbedaan hitungan rakaat shalat tarawih. Setiap orang punya dalil terkait pelaksanaanya. Kita harus pahami perbedaan itu dan tidak terbawa dalam sikap permusuhan,” katanya.

Hal lain diharapkannya agar ASN Kemenag juga menjadi penyampai kepada masyarakat agar tetap patuh pada protokol kesehatan.

“Masa Pandemi Covid-19 ini, ASN Kemenag diharapkan tetap patuhi Prokes dan sampaikan 5 M(Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Menjaga jarak,  menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. Maka peran ASN Kemenag sangat diperlukan,” ungkapnya.

Toleran

Terkait bom bunuh diri di Makasar, Wamenag juga menyampaikan bahwa kejadian itu mengingatkan bahwa jaringan terorisme masih ada di Indonesia.

Ada pemahaman keagamaan yang menjurus pada radikal dan ekstrim yang menimbulkan kerusakan pada masyarakat luas.

“Untuk itulah Kementerian Agama kampanyekan moderasi beragama agar kita lebih toleran pada perbedaan. Karena, makna dari moderasi beragama itu bukanlah melakukan ”moderasi terhadap agama”, tetapi memoderasi pemahaman dan pengamalan umat beragama dari sikap ekstrem,”ungkapnya.

Kemenagsu, Drs H Syahrul Wirda menyampaikan syukur atas kedatangan Wamenag, diharapkan apa yang disampaikan dalam rangka pembinaan ASN di lingkungan Kemenagsu.

“Kondisi Sumut kondusif saat ini, maka sangat perlu dukungan Wamenag agar suasana kondusif tetap berlangsung,” katanya, yang menyebut peserta kegiatan sangat terbatas, karena suasana pandemi Covid-19.

Terkait ikhtiar bagi Calhaj dalam jadwal persiapan haji tahun ini, Kasi Haji Kemenag Kota Medan, H Eri Nopa menyebutkan, pihaknya sudah menyiapkan paspor jamaah.

“Sudah hampir rampung dan persiapan kesehatan lainnya,” kata Eri Nopa.

Hal senada disampaikan Kasi Haji Deliserdang, Abd Haris Harahap. Bahwa 787 Calhaj sudah mengikuti persiapan bahkan sudah ada divaksin.

“Mari sama berdoa agar tahun ini jamaah kita berangkat haji,” ujarnya. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2