Walikota Medan Janjikan Kawasan Kesawan Jadi Pusat Bangunan Bersejarah
banner 325x300

Walikota Medan Janjikan Kawasan Kesawan Jadi Pusat Bangunan Bersejarah

  • Bagikan
WALI Kota Medan Bobby Nasution saat meninjau bangunan bersejarah gedung Warenhuis di Jalan Ahmad Yani Medan.Waspada/ME Ginting
WALI Kota Medan Bobby Nasution saat meninjau bangunan bersejarah gedung Warenhuis di Jalan Ahmad Yani Medan.Waspada/ME Ginting

MEDAN (Waspada): Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution berjanji mengembalikan kawasan Kesawan menjadi pusat bangunan bersejarah.

Tidak seperti saat ini, di mana bangunan-bangunan bersejarah itu sudah berubah bentuk dan ada terbengkalai tidak terurus bahkan bersengketa.

Salah satu bangunan bersejarah yang tidak terurus yakni gedung Warenhuis.

Konon gedung tersebut merupakan super market pertama di Kota Medan. Warenhuis dibangun pada 1916 oleh arsitek Jerman G Bos dan dibuka untuk umum pada 1919. Wali Kota Medan pertama waktu itu Daniel Baron Mackay yang meresmikan Warenhuis.

“Jadi gedung-gedung di kawasan Kesawan ini harus kita kembalikan menjadi gefung bersejarah. Bahkan informasinya gedung Warenhuis yang pertama kalinya super market di Medan,” kata Bobby saat meninjau gedung Warenhuis, Kamis (18/3).

Menantu Presiden RI itu mengungkapkan, dirinya tidak mau melihat gedung syarat nilai warisan sejarah (heritage) di Medan ini hancur begitu saja karena tidak  terurus, rusak digerus zaman.

Bobby langsung perintahkan OPD terkait untuk mengurusi gedung Warenhuis. Ia minta Warenhuis ditata lagi dan kembalikan wujud aslinya.

Arsitektur Warenhuis harus selamat. Maka petugas tampak sudah mulai melakukan pembersihan gedung.

“Sudah lama saya katakan, kawasan Kesawan ini harus dijadikan kawasan Heritage. Gedung-gedung bersejarah kita pugar, jadi memang harus dimulai,” katanya.

Kawasan di Ahmad Yani, Perniagaan atau Pajak Ikan Lama sudah dimulai revitalisasi. Bahkan Dana Intensif Daerah (DID) untuk itu pun sudah ada.

Bobby mengaku telah berkolaborasi dengan kementerian jadi tinggal jalan karena DID juga sudah ada.

Saat ini harus selesaikan permasalahan sosial. Itu yang sedang tahap sosialisasi.

Camat sudah mulai sosialiasikan hingga dua kali tentang kawasan Heritage di Kesawan. Perkim juga sudah diminta untuk serius penataan kawasan Kesawan.

Rencana Bobby, jika Warenhuis telah direvitalisasi akan banyak manfaatnya. Misalnya memindahkan pelaku UMKM ke Warenhuis. Terlebih ada pro kontra UMKM atau tenant di kawasan Lapangan Merdeka.

“Salah satunya bisa saja UMKM di sini (Warenhuis) tanpa mengubah bentuk aslinya. Saya akan ikut sosialisasi dan yakinkan masyarakat, bahwa revitalisasi kawasan Heritage di Kesawan untuk kepentingan masyarakat, bukan yang lain-lain,” lanjut Bobby.

Terkait adanya oknum mengklaim Gedung Warenhuis, Bobby bilang bahwa Pemko Medan telah punya sertifikat Hak Pakai dari BPN sejak 2018 lalu. “Soal klaim, Pemko sudah punya kok hak pakainya. Kita kolaborasilah, yang klaim punya ini mau diapakan, harus jelas. Untuk apa diklaim pun tak digunakan, tak dibangun kan kita bahkan berhak menegur karena penataan kota tanggung jawab kita,” pungkas Bobby.

Ditempat terpisah, Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan Sumiadi mengatakan bahwa Pemko Medan telah punya alas hak berupa Hak Pakai yang dikeluarkan BPN pada 2018 dengan nomor: 1653. “Jadi Hak Pakai itu tanpa batas waktu selama untuk kepentingan dinas. Memang saat ini sudah masuk tahap Kasasi di MA dan kami yakin Pemko Medan menang gugatan tersebut,” kata Sumiadi. (m26)

 

  • Bagikan