Virus Covid-19 Juga Bisa Menyerang Saluran Cerna

  • Bagikan
COVID-19. Berdasarkan data yang diterima, Minggu, 18 April 2021, kasus baru bertambah 61 orang, angka kesembuhan bertambah 69 orang dan meninggal bertambah 1 orang. Ilustrasi
COVID-19. Berdasarkan data yang diterima, Minggu, 18 April 2021, kasus baru bertambah 61 orang, angka kesembuhan bertambah 69 orang dan meninggal bertambah 1 orang. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Infeksi Covid-19 umumnya menyerang saluran napas manusia. Gejala yang dialami, seperti batuk, sesak nafas hingga demam. Namun ternyata virus tersebut juga bisa menyerang saluran cerna. Gejala yang ditimbulkan seperti diare, mual, muntah hingga kembung.

Dr dr Taufik Sungkar SpPD dari USU mengatakan pada Senin (5/4) bahwa perkembangan belakangan ini Covid-19 merupakan penyakit dengan ‘seribu wajah’.

Artinya, bukan hanya menyerang satu organ saja, yaitu saluran pernapasan. Ternyata, beberapa literatur menyatakan dan bahkan pengalaman beberapa pasien Covid-19 memiliki gejala pada saluran pencernaan (gastrointestinal).

“Gejala yang terbanyak seperti diare, mual, muntah, rasa tidak nyaman di perut, hingga kembung. Nah, gejala itu bisa terjadi pada kasus-kasus pasien Covid-19,” ujar Taufik saat ngobrol sehat melalui akun youtube Prof Delfitri Munir belum lama ini.

Taufik menjelaskan, kaitan Covid-19 dengan terjadinya keluhan gastrointestinal, karena masuknya virus tersebut ke tubuh manusia melalui reseptor ACE2. Sebab, reseptor itu bukan hanya terdapat pada saluran napas, melainkan juga di sepanjang saluran cerna.

Ketika virus tersebut masuk ke saluran cerna, maka akan terjadi perubahan mikrobiota usus menjadi bakteri patogen atau bakteri yang tidak normal lagi.

“Masuknya virus tersebut ke tubuh memungkinkan karena imunitas tubuh yang rendah pada pasien-pasien terinfeksi corona. Perubahan inilah kemudian menyebabkan gastrointestinal (gejala di saluran cerna) pada kasus-kasus pasien Covid-19,” paparnya.

Suplemen

Dari beberapa pengalaman dan literatur yang telah dibacanya, pada kasus pasien Covid-19 dengan gejala tersebut tidak cukup hanya memberikan obat-obat antivirus. Akan tetapi, perlu diberikan probiotik (suplemen).

“Dari sejumlah literatur menyampaikan, bahwa pemberian probiotik pada pasien Covid-19 hasilnya sangat baik, karena bisa menormalkan kembali fungsi bakteri yang terdapat pada saluran cerna,” sebutnya.

Dikatakan Taufik, apabila gejala gastrointestinal dibiarkan terus-menerus pada saluran cerna tentu bisa mengakibatkan komplikasi.

“Bukan hanya gejala saluran cerna saja, melainkan juga bisa peradangan usus. Bahkan, dalam jangan waktu yang lama bisa menyebabkan metaflasia atau displasia usus. Tapi, banyak juga pada kasus-kasus pasien Covid-19 menyebabkan ganguan pada liver (hati),” ujarnya.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, memang kebanyakan pasien corona yang datang dengan gejala batuk, demam, sesak napas. Namun ada juga pasien Covid-19 yang datang dengan keluhan gastrointestinal.

“Pada awalnya kita tidak aware (sadar) ternyata itu salah satu keluhan yang bisa ditimbulkan oleh pasien Covid-19. Oleh sebab itu, apabila ada pasien yang datang dengan gejala gastrointestinal dan belum dapat dijelaskan secara etiologi, maka perlu juga dipikirkan apakah memang ada hubungannya dengan infeksi Covid-19,” tandas dia.

Sementara, Prof Delfitri Munir menuturkan, Covid-19 secara umum masuk ke tubuh manusia melalui udara. Selanjutnya, barulah ke saluran cerna.

“Namun demikian, untuk masuk ke saluran cerna, virus tersebut bisa juga lewat makanan yang dimakan. Akan tetapi, dari penelitian ilmiah pada kasus ini tidak sebanyak yang ditemukan dalam penelitian dengan kasus Covid-19 yang masuk lewat saluran napas,” katanya. (cbud)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.