UT Medan dan LP Kelas II A Sibolga Jalin Nota Kesefahaman

UT Medan Dan LP Kelas II A Sibolga Jalin Nota Kesefahaman

  • Bagikan
PENYEMATAN jaket almamater dan penyerahan bahan ajar secara simbolis kepada mahasiswa baru S1 Ilmu Hukum UT Pokjar Lapas II A Sibolga. Waspada/ist
PENYEMATAN jaket almamater dan penyerahan bahan ajar secara simbolis kepada mahasiswa baru S1 Ilmu Hukum UT Pokjar Lapas II A Sibolga. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): UT Medan dan LP Kelas II A Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah jalin nota kesefahaman tentang pelaksanaan kuliah jarak jauh.

Tujuan UT Medan UT Medan dan LP Kelas II A Sibolga jalin nota kesefahaman ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dunia.

Juga termasuk pegawai dan staf lembaga pemasyarakatan.

Kepala UPBJJ (Unit Program Belajar Jarak Jauh) UT Medan, Dra Sondang P Pakpahan MA, menyebutkan, Jumat (28/2), UT merupakan PTN  dengan sistem pembelajaran jarak jauh.

Sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan di UT sangat tepat bagi pegawai dan staf Lapas Kelas II Sibolga.

Karena tidak dibatasi oleh jarak dan waktu, dan perkuliahan dilakukan secara online.

“Kerjasama ini merupakan tindaklanjut dari kerjasama  yang telah terlaksana sebelumnya.

Yakni, antara Rektor UT Prof Ojat Darojat. M Bus Ph D  dengan Menteri Hukum dan HAM  Prof Yasona H Laoly Phd bulan Juli 2019 yang lalu.

Selanjutnya, sambung dia, kerjasama ini sejalan dengan misi UT.

Yaitu, menyediakan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dunia bagi semua lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan berbagai program PTTJJ (Perguruan Tinggi Terbuka Jarak Jauh).

Daya Saing Tinggi

Dengan tujuan untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi.

Kemudian, mengkaji dan mengembangkan sistem PTTJJ  dan memanfaatkan dan mendiseminasikan hasil kajian keilmuan dan kelembagaan untuk menjawab tantangan kebutuhan pembangunan Nasional.

Pada kesempatan yang sama, Kepala UPBJJ UT Medan Dra Sondang P Pakpahan menyerahkan modul bahan ajar dan memasangkan jaket almamater kepada salah satu perwakilan mahasiswa yang merupakan Pegawai Lapas kelas II A Sibolga.

Pada tahun ajaran 2020 ini terdapat 23 mahasiswa baru yang berasal dari Lapas Kelas II A Sibolga.

Kepala lapas Kelas II A Sibolga Surianto menegaskan bahwa ingin anggotanya dapat meningkatkan kualitas dengan pendidikan, tanpa harus terkendala waktu kerja.

Sehingga seluruh staf dan pegawai Lapas Kelas II A Sibolga dapat berpikir kritis, komprehensif dan mampu menganalisa masalah dengan baik.

Pendidikan mempengaruhi kemampuan tersebut sehingga pegawai Lapas wajib meningkatkan pendidikannya. (m37)

  • Bagikan