Waspada
Waspada » USU Terima Dana Penelitian Rp25,2 Miliar, Turun Rp2 Miliar Dari Tahun Lalu
Medan

USU Terima Dana Penelitian Rp25,2 Miliar, Turun Rp2 Miliar Dari Tahun Lalu

JAKARTA (Waspada): Universitas Sumatera Utara menjadi satu dari 11 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang menerima alokasi anggaran pendanaan penelitian sepanjang 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Nilainya mencapai Rp25,2 miliar atau turun Rp2 miliar dibanding tahun lalu.

Sementara 10 PTN Berbadan Hukum lainnya yang mendapat dana penelitian itu adalah Universitas Indonesia (70 miliar Rupiah, meningkat dari 58,9 miliar Rupiah pada tahun lalu); Institut Teknologi Bandung (65,8 miliar Rupiah, meningkat dari 50,1 miliar Rupiah pada tahun lalu); Universitas Gadjah Mada (64,6 miliar Rupiah, meningkat dari 57,1 miliar Rupiah pada tahun lalu); Institut Pertanian Bogor (48,5 miliar Rupiah, meningkat dari 43,5 miliar Rupiah pada tahun lalu); Universitas Diponegoro (48,5 miliar Rupiah, meningkat dari 43,4 miliar Rupiah pada tahun lalu); Universitas Airlangga (42,5 miliar Rupiah, meningkat dari 33,3 miliar Rupiah pada tahun lalu); Universitas Padjadjaran (40,7 miliar Rupiah, meningkat dari 32,8 miliar Rupiah pada tahun lalu); Institut Teknologi Sepuluh Nopember (42 miliar Rupiah, meningkat dari 35,2 miliar Rupiah pada tahun lalu); Universitas Hasanuddin (37,9 miliar Rupiah, meningkat dari 34,7 miliar Rupiah pada tahun lalu); Universitas Pendidikan Indonesia (28,2 miliar Rupiah, meningkat dari 23,3 miliar Rupiah pada tahun lalu).

Total dana penelitian untuk 11 PTNBH ini mencapai Rp514,2 miliar. Secara umum, pendanaan ini meningkat sekitar 74 miliar Rupiah dibanding alokasi tahun lalu.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, dana penelitian ini dapat mengembangkan solusi bagi masalah di sekitar perguruan tinggi tersebut berada. Pemanfaatan dana penelitian ini diminta fokus pada upaya meningkatkan pemanfaatan keunggulan alam Indonesia yang berbasia kearifan lokal.

“Kita harus fokus kepada penelitian yang berbasis pada keunggulan Indonesia. Contohnya yang simpel Indonesia saat ini adalah produsen sekaligus eksportir kelapa sawit terbesar sedunia. Artinya penelitian sampai inovasi terkait kelapa sawit itu harus dikuasai Indonesia. Insan penelitian harus bisa membuktikan bahwa kalau soal kelapa sawit Indonesia yang nomor satu,” ungkap Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro saat pengumuman Pendanaan Penelitian PTNBH dan penandatanganan kontrak Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tahun 2020 di Hotel Century Park, Jakarta, Rabu (26/2).

Dia menyontohkan, Universitas Lampung, misalnya, berusaha melakukan penelitian yang memang menjawab permasalahan utama masyarakat Lampung yang mungkin berbeda dengan masalah utama masyarakat di Kalimantan Barat. Demikian juga Universitas Tanjung Pura tidak harus sama dalam fokus penelitian dan inovasinya dibandingkan Universitas Lampung.

“Ini contoh simpel bahwa masalah lokal kita harus bisa selesaikan dan masalah lokal ini kadang tidak membutuhkan teknologi yang terlalu canggih,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Acara ini turut dihadiri oleh Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati beserta para eselon Kemenristek/BRIN. Pada acara ini juga dilaksanakan penandatanganan kontrak Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Tahun 2020 antara Kemenristek/BRIN dengan pihak penerima Dana Penelitian Tahun 2020, yang mencakup 117 Kepala Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dari PTNBH, PTN, dan PTS serta 14 Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) dari Aceh hingga Papua.(dianw/B).

Foto.

Menristek/KaBRIN, Bambang PS

Brodjonegoro

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2