Waspada
Waspada » Umat Islam Diminta Tidak Terprovokasi Azan Jihad
Medan

Umat Islam Diminta Tidak Terprovokasi Azan Jihad

SEKRETARIS MUI Sumut, Dr H Ardiansyah MA. Umat Islam diminta tidak terprovokasi azan jihad. Waspada/Ist
SEKRETARIS MUI Sumut, Dr H Ardiansyah MA. Umat Islam diminta tidak terprovokasi azan jihad. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Umat Islam diminta tidak terprovokasi adanya azan jihad yang viral di media sosial (medsos).

Umat Islam diminta tidak terprovokasi adanya azan jihad dan hal-hal yang terjadi di luar kewajaran.

Hal itu disampaikan Sekretaris MUI Sumut, Dr H Ardiansyah MA (foto)  dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan, H Ilyas Halim, Selasa (1/12).

Kata Ardiansyah, azan adalah ibadah mahdah (sudah diatur) secara tetap dan tidak dapat diubah-ubah.

Tidak ada jalan untuk berijtihad dalam masalah ini, sehingga dengan demikian tidak boleh diganti dengan lafaz yang lain.

Lafaz Azan sudah diajarkan nabi Muhammad SAW kepada para sahabat sampai saat ini lafaz itu tidak pernah berubah. Makna lafaz Azan ini sangat mendalam, sehingga tidak tergantikan dengan kata kata lainnya,”ujarnya.

Senada dengan Ardiansyah, Ketua FKUB Kota Medan, Ilyas Halim menyampaikan, agar seluruh umat Islam tidak terprovokasi dengan ajakan azan jihad tersebut.

“Kita mengharapkan kepada semua umat beragama tidak terprovokasi azan jihad dan hal-hal yang di luar kewajaran,” kata Ilyas Halim.

Dia menambahkan, sesungguhnya melaksanakan ajaran agama sudah ada aturan mainnya.

Sehingga umat penganut ajaran agama harus taat dan patuh dan tidak memunculkan ajaran baru yang tidak berpedoman pada ketentuan yang sudah digariskan dalam ajaran agama.

“Mari kita ikuti fatwa fatwa dari MUI Satu lembaga yang diakui umat Islam untuk bertanya dan berdiskusi tentang masalah-masalah hukum Islam.

Dan diharapkan kepada seluruh masyarakat agar kita senantiasa tenang dan berfokus kepada masalah penanggulangan pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir.

“Masalah tindakan yang melanggar hukum kita serahkan kepada yang berwajib,” papar Ilyas Halim.

Tenang

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat tenang dan tidak terprovokasi dengan video viral yang mengumandangkan azan jihad.

“Saya berharap masyarakat tenang, tak perlu resah, dan jangan sampai terprovokasi untuk melakukan kekerasan dan kerusuhan,” kata Ketua MUI Pusat KH Cholil Nafis, Senin (30/11)

Terkait kumandang azan yang diganti redaksionalnya dengan ajakan jihad, Cholil mengatakan, hal itu tidak boleh dilakukan. Nabi Muhammad SAW juga tidak pernah melakukan hal itu. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2