UAS Berharap Sumut Jadi Model Membangun Kebhinekaan

UAS Berharap Sumut Jadi Model Membangun Kebhinekaan

  • Bagikan
GUBSU Edy Rahmayadi, menemani UAS meninggalkan rumah dinasnya, usai melakukan pertemuan. UAS berharap sumut jadi model membangun kebhinekaan. Waspada/Ist
GUBSU Edy Rahmayadi, menemani UAS meninggalkan rumah dinasnya, usai melakukan pertemuan. UAS berharap sumut jadi model membangun kebhinekaan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ustaz Abdul Somad (UAS) berharap Provinsi Sumut dapat menjadi model membangun kebhinekaan di Indonesia. Karena di provinsi ini berdiam multietnis, multisuku dan multiagama dengan rukun.

Pernyataan itu disampaikan UAS, menjawab wartawan usai bertemu Gubsu Edy Rahmayadi, di Rumah Dinas Gubsu di Jl. Jenderal Sudirman Medan, Rabu (9/6).

UAS mengaku, tidak ada pembicaran khusus pada pertemuan dengan Gubsu hari itu. Hanya seputar soal umat, masalah kerukunan, kesehatan masyarakat, termasuk bagaimana menjalankan ibadah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

                                             

UAS mengatakan, Sumut pantas menjadi model membangun kebhinekaan di Indonesia. Alasannya, karena sejak zaman Kesultanan Deli, banyak orang luar yang datang ke Sumut, seperti dari Pulau Jawa.

Ada juga dari India, bahkan yang dari China. “Dari India ada Kampung Madras, orang Tionghoa ada kampung Pecinaan. Kerukunan yang luar biasa,” ujarnya.

Karena itu, UAS mengajak masyarakat tetap menjaga kerukunan. Karena cita-cita besar bangsa ini adalah dibangun berdasarkan Bhineka Tunggal Ika.

Khusus kepada umaroh (pemerintah), UAS yang waktu itu didampingi Gubsu Edy Rahmayadi berpesan supaya bersikap adil dan amanah dalam menjalankan pemerintahan, melayani masyarakat. Sebab jabatan tidak lama, dan setiap kita akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti.

Pulang Kampung

Sementara itu, menjawab pertanyaan, UAS mengatakan kedatangan ke Sumut kali ini tanpa agenda apapun, hanya pulang ke kampung halaman. Termasuk bertemu Gubsu, hanya untuk silaturahmi, tidak ada membicarakan politik, seperti Pilgubsu tahun 2024.

“Saya ustadz, tidak pernah berpolitik praktis, bukan anggota legislatif, bukan orang partai, datang menasehati umat, khotbah, tausyah, ceramah. Hanya itu saja,” kata UAS.

Disampaikan UAS bahwa dia empat bulan sekali dia bersilaturahmi kepada masyarakat lewat pengajian dengan protokol kesehatan.

Kemudian berjumpa dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, termasuk bersilaturahmi dengan pemimpin Sumut.

“Saya lahir di sini, saya besar di sini, saya sekolah di Mualimin, Alawasliyah, dari tahun 1990 sampai 1995. Maka jatah saya setahun, saya setahun kemari tiga kali, setiap empat bulan sekali saya kemari,” ujar UAS.

Seusai menjawab wartawan, Gubsu Edy Rahmayadi, bersama Plt Sekdaprovsu Afifi Lubis, menghantar UAS ke dalam mobil dan meninggalkan rumah dinas Gubsu. (m07)

  • Bagikan