Turun Level 3, DPRD Medan Ajak Masyarakat Vaksinasi Dan Tetap Waspada

Turun Level 3, DPRD Medan Ajak Masyarakat Vaksinasi Dan Tetap Waspada

  • Bagikan
ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Medan, Afif Abdillah. Waspada/Ist
ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Medan, Afif Abdillah. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Meski Kota Medan telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 diiringi dengan penurunan kasus positif covid 19, namun masyarakat diminta tetap waspada dan melakukan vaksinasi covid19 sehingga target yang ditetapkan pusat dapat tercapai.

“Vaksinasi harus terus didorong karena kita lihat masih ada beberapa kecamatan di Kota Medan yang sepertinya belum sampai puncak penularan. Ini bisa kita antisipasi tidak sampai terjadi dengan vaksinasi dan protokol kesehatan (Prokes) yang harus tetap di jalankan secara disiplin,” ujar anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Afif Abdillah, Jumat (24/9).

                                             

Dikatakan Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Medan ini, penurunan kasus positif covid 19 yang ada jangan sampai membuat lengah masyarakat dan pemerintah.

“Pengalaman yang sudah kita jalani kemarin bahwa kalau kita lengah dalam penerapan prokes, maka angka penularan bisa naik secara signifikan. Dengan penurunan ini kita harus tetap disiplin agar peningkatan kasus tidak terjadi lagi,” katanya.

Menurut Afif,  meski terjadi penurunan kasus, masyarakat diminta untuk tidak lengah dan tidak larut dalam euforia berlebihan. Pemerintah Kota (Pemko) Medan juga didesak mempercapat penanggulangan covid 19 salahsatunya dengan mempercepat vaksinasi secara menyeluruh kepada masyarakat.

“Pemko Medan harus melakukan campaign atau memberikan pemahaman kepada setiap lapisan masyarakat tentang pentingnya vaksinasi. Sehingga masyarakat akan peduli dan aktif mendaftarkan diri untuk vaksin,” kata Afif.

Pemko Medan juga, kata Afif, harus melibatkan seluruh sektoral dari Dinas Kesehatan sampai dengan Kepala Lingkungan (Kepling) dalam memberikan informasi vaksinasi.

“Berikan akses yang mudah dalam hal pendaftaran hingga proses vaksinasi. Karena banyak juga yang mau divaksin, tapi tidak tahu di mana. Jadi Kepling bisa menginformasikan ke seluruh warganya terkait vaksinasi yang tersedia,” kata Afif.

Menurut Afif, pandemi juga sangat berdampak pada ekonomi dan pendidikan. Untuk bidang ekonomi dapat langsung dilihat banyaknya pelaku usaha baik mikro dan makro yang terdampak karena kesulitan untuk melakukan usaha dan pengembangannya.

Untuk itu,  Pemko Medan harus serius untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan lebih memperhatikan pelaku usaha dengan cara memberikan splusi terhadap efek yang ditimbulkan. Kemudian memberikan solusi terhadap efek akibat pembatasan mobilitas masyarakat yang berdampak langsung ke pelaku usaha tersebut.

“Hal ini dapat dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM untuk memberikan stimulus bantuan dan melakukan pembekalan terhadap pelaku usaha, agar berinovasi melakukan penyesuaian terhadap kondisi yang terjadi,” imbuhnya.

Sementara dibidang pendidikan, kata Afif, vaksinasi untuk pelajar agar dapat dimaksimalkan. Mengingat penurunan kasus covid 19 di Kota Medan saat ini sudah cukup signifikan, yang artinya Kota Medan akan siap menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Dengan turunnya kasus covid 19, PTM di sekolah harus dilaksanakan secepatnya, semua sarana dan prasarana harus di siapkan dari sekarang. Terutama kesiapan vaksinasi untuk guru dan murid yang ada di sekolah tersebut.

“Jangan sampai Medan turun level tetapi Dinas Pendidikan dan sekolah belum siap melakukan PTM, banyak masyarakat sudah menjerit agar PTM di laksanakan karena belajar daring juga banyak mengeluarkan biaya baik dari smartphone nya sendiri dan biaya pulsa data. Dengan kondisi ekonomi kita yang sangat tertekan seperti sekarang ini menjadi sangat berat bagi masyarakat,” ucapnya.

Dalam pelaksanaan PTM nantinya, menurut Afif, Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan harus mempersiapkan sarana dan prasarana seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS), tempat cuci tangan, tabung oksigen, alat pengukur saturasi, dan sebagainya harus disiapkan dimasing-masing sekolah.

Begitu juga begitu dengan petunjuk pelaksanaan dan pelatihan mengenai apa yang harus dilakukan apabila ada dari murid yang sedang mengalami gajala sedang atau berat covid.

Ia juga meminta, Dinas Pendidikan Kota Medan harus memeriksa kesiapan rumah sakit dan puskesmas disekitar sekolah yang akan menyelenggarakan belajar tatap muka.

“Dalam artian, kita harus memikirkan hal yang terburuk, artinya kita harus siap menghadapinya. Jangan nantinya tatap muka digelar malah menimbulkan korban baru atau jadi klaster Covid-19. Nah hal ini yang harus kita antisipasi, karena kalau sempat itu terjadi, itu kan bisa jadi kelalaian,” tuturnya.  (h01)

  • Bagikan