TNI AL Berhasil Temukan Jasad ABK Dan Nahkoda KM United Di Pulau Berhala

  • Bagikan
PERSONIL TNI AL sedang mengevakuasi 2 jasad ABK dan nahkoda KM United dari KAL Tarihu di dermaga Lantamal I Belawan, Kamis (5/8) sekira pukul 16:00. Waspada/Ist
PERSONIL TNI AL sedang mengevakuasi 2 jasad ABK dan nahkoda KM United dari KAL Tarihu di dermaga Lantamal I Belawan, Kamis (5/8) sekira pukul 16:00. Waspada/Ist

BELAWAN (Waspada): TNI Angkatan Laut berhasil menemukan dua korban hanyut dalam Operasi SAR pencarian dan pertolongan terhadap ABK Kapal Motor (KM) United yang mengalami kebakaran dan karam di perairan Pulau Berhala Kabupaten Serdangbedagai, Kamis (5/8) sekira pukul 10:00.

Dua korban hanyut yang ditemukan telah menjadi mayat itu ditemulan berjarak 9,6 mil dari lokasi terbakarnya kapal penangkap ikan pukat bauekami dan pukat cumi tersebut.

Jasad anak buah kapal (ABK) dan nahkoda Junianto dan marga Simatupang dievakuasi oleh Kapal Angkatan Laut (KAL) Tarihu ke dermaga Lantamal I Belawan, Kamis (5/8) sekira pukul 16:00. Sebelumnya jasad ABK lainnya yang tewas bernama M Ali Simanjuntak sudah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarganya.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL I (Lantamal I) Laksamana TNI Achmad Wibisono mengatakan, Kapal Motor (KM) United yang berkapasitas 60 gross tonnage memiliki rute dari Pelabuhan Perikanan Belawan menuju spot penangkapan ikan di perairan Pulau Berhala.

“Kapal terbakar dan karam di perairan Pulau Berhala, pada Selasa (3/8), sekitar pukul 10.00 WIB. Kapal itu turut membawa 10 orang ABK. Satu anak buah kapal (ABK) meninggal dunia dan dua orang lainnya dinyatakan hilang. Sedangkan tujuh orang lainnya selamat dan sudah berada di Belawan,” tuturnya.

Dijelaskan Danlantamal I, saat kebakaran terjadi sebuah kapal kargo bernama KM Tanto yang sedang melintas dari perairan Pulau Berhala menuju Belawan melihat KM United terbakar.

Lalu, kapal itu mencoba memadamkan api namun KM United tidak bisa diselamatkan dan karam.

Mendapatkan informasi kejadian tersebut, TNI AL Komandan Lantamal I Belawan langsung mengirimkan unsur Kapal Satrol Lantamal I, KAL Tarihu yang dikomandani Kapten Laut (P) Joserizal guna membantu pencarian dan pertolongan terhadap ABK Kapal yang masih dinyatakan hilang.

Dalam Operasi SAR yang digelar TNI AL, Kamis (5/8) berhasil menemukan 2 korban namun dalam keadaan meninggal dunia.

“Sekira Pukul 10.00 WIB KAL Tarihu telah menemukan dua korban meninggal dan saat ini jenazah kedua korban meninggal dunia atas nama Wak Jon (Nakhoda) dan Simatupang (ABK) dibawa ke Belawan untuk diserahkan ke Ditpolairud yang selanjutnya akan diproses lanjut untuk diserahkan kepada keluarga korban,” jelas Danlantamal I.

Sementara itu, Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S.E. M.M. mengatakan bahwa TNI AL senantiasa akan selalu mendukung kegiatan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) seperti yang dilakukan di Belawan.

“Tentunya kita turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita para nelayan, dalam dua hari pencarian yang dilaksanakan oleh KALTarihu yang merupakan unsur Kapal Satrol Lantamal I di perairan Pulau Berhala dapat membuahkan hasil dengan menemukan dua korban yang dinyatakan hilang pada saat kejadian namun dalam kondisi meninggal dunia,” kata Pangkoarmada I.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kapal Motor (KM) United AA Gt. 29 No 297/Ppi yang terbakar dan nyaris tenggelam di perairan Pulau Berhala Selat Malaka, Kabupaten Serdangbedagei, Selasa (3/8).

Terbakarnya kapal penangkap ikan itu mengakibatkan seorang anak buah kapal (ABK) M Ali Simanjuntak ,49, warga Kampung Salam, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, tewas sedangkan ABK dan nakhoda kapal Junianto dan Simatupang dikabarkan hilang.

Jenazah yang tewas atas insiden kecalakaan laut tersebut, telah tiba di Belawan, Rabu (4/8). Jenazah ABK itu langsung dievakuasi petugas Ditpolair ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum.

Selain satu ABK tewas dan dua hilang, sebanyak tujuh ABK lainnya selamat dari musibah tersebut masing-masing Ilham, Abdul, Lase, Gunawan, Hotma, Syahrial dan Putra.

Ditpolairud Poldasu telah memeriksa sejumlah saksi dan masih melakukan pencarian terhadap ABK dan nakhoda kapal yang hilang tersebut bersama tim gabungan dari unsur maritim dan SAR Medan.

“Hingga kini 7 orang saksi telah diperiksa dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” jelas Direktur Polairud Poldasu Kombes Dadan.

Membesar

Sementara itu, seorang ABK yang diperiksa mengaku tidak tau asal api darimana, karena tiba-tiba api sudah membesar sehingga dirinya langsung lompat ke laut.

“Saya baru bangun tidur. Tiba-tiba saya lihat api sudah membesar sehingga saya lompat ke laut,” ujar seorang ABK kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan.

Setelah satu jam mengambang di laut, tujuh ABK tersebut diselamatkan oleh kapal nelayan yang datang memberikan pertolongan.

Sebagaimana diketahui, Kapal Motor Penangkap ikan (KM) United berkapasitas 60 grosston yang diduga sejenis dengan kapal pukat trawl tersebut berlayar dari Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan menuju lokasi penangkapan ikan di perairan Pulau Berhala Selat Malaka namun tiba-tiba saja terbakar.

Dari 10 ABK yang berada di kapal tersebut, 7 berhasil menyelamatkan diri, 1 meninggal dunia dan seorang ABK serta nahkoda kapal hilang dan masih dalam pencarian.(m27)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *