Waspada
Waspada » Tirtanadi Menanti Harapan Baru
Medan

Tirtanadi Menanti Harapan Baru

MEDAN ( Waspada). Panitia seleksi Direktur Tirtanadi sudah mengumumkan nama-nama calon Direktur Utama perusahaan air minum milik Provinsi Sumatera Utara itu. Dari 10 nama yang lulus untuk mengikuti Assessment Lanjutan Calon Direktur Utama PDAM Tirtanadi Provsu sesuai Pengumuman Pansel, Nomor: 17/Pansel-BUMD/2020, tanggal 12 Oktober 2020, yang ditandatangani ketuanya Dr.Ir.Hj. R Sabrina MSi.

Kemarin, Rabu, 14 Oktober 2020, ada lima calon yang di uji di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Utara Jalan Ngalengko No.1 Medan.
Kelima nama itu adalah Abdi Sucipto S.T., Anton A. Kacaribu S.E., Ak. C.A., M.M.P.P., Arvino Hamsyari S.T., Ir. Hidayat Turahim dan Idham Kamil S.T., M.T.

Sementara hari ini, Kamis, 15 Oktober 2020 lima orang lagi. Mereka adalah Ir. Joni Mulyadi S.T., M.T., Kabir Bedi S.T., M.BA., Salman Sihotang B.Comm. Ec. S.E., M.Si., Sjahrian Kurnia Ramadhan Harahap S.E. MBA dan Ir. Taufiq ST. IPM Asean Eng.

Proses ini tentu memberikan harapan baru bagi masyarakat Sumatera Utara terkait dengan penerapan good corporate and good governance di di Sumatera Utara, khususnya berhubungan tata kelola BUMD penyedia air minum yang perannya vital di Sumatera Utara.

Tak jarang kita kerap membaca di berbagai media, masyarakat masih sering mengeluhkan, debit air yang terganggu, air minum yang tidak layak minum, air yang keruh dan kotor, air mati dan politisasi di BUMD tersebut.

Belum lagi pengelolaan pegawai yang bermasalah, profit yang masih jauh dari optimal dan lain-lain.
“Kita punya harapan baru, seiring dengan berjalannya proses ini. Diharapkan, pihak Provsu melakukan ini dengan baik dan benar. Sudah saatnya kita di Sumut memiliki BUMD yang sehat kinerja dan baik tata kelolanya. Bayangkan, kita untuk tahun lalu saja tidak masuk dalam daftar 10 BUMD Penyelenggara SPAM terbaik,” ujar Jaya Arjuna seorang pengamat dan juga pensiunan dosen Universitas Sumatera Utara.

Sebagaimana diketahui untuk tahun 2019, daftar 10 BUMD Penyelenggara SPAM Nilai Kinerja Tahun 2019 antara lain; PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang (4,27), PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor (4,19), PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor (4,18), PDAM Kabupaten Buleleng (4,14), PDAM Surya Sembada Kota Surabaya (4,13), PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung (4,07), PDAM Kabupaten Jember (4,07), PDAM Kabupaten Batang (4,02), PDAM Kabupaten Banyuwangi (3,99) dan PDAM Tirta Asasta Kota Depok (3,99).

“Ke depan tata kelolannya harus baik, sumbangan PAD-nya harus lebih besar, kepentingan politiknya dikurangi, akuntabilitasnya ditingkatkan. Semua keluhan masyarakat terkait dengan pelayanan air minum harus ditangani dengan baik. Pemprovsu harus lebih serius dalam pemilihan ini, jangan ada unsur gratifikasi, kolusi dan nepotisme. Pilih yang benar sesuai dengan track record dan kompetensinya, lalu evaluasi kinerja dengan seksama secara periodik,” ujar Jaya Arjuna.

Sejauh ini, di media massa sudah banyak beredar berbagai harapan masyarakat untuk pucuk pimpinan PDAM Tirtanadi. Ada yang ingin orang dari dalam, ada yang inginkan orang baru dan dari luar sistim yang sudah ada selama ini.

Menurut pakar kesehatan masyarakat dan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Dr. Drs. Zulfendri M.Kes., sudah sepatutnya perusahaan air minum milik Pemprovsu itu mengerti kondisi pasar dan produknya. Intinya dia ingin layanan air bagi masyarakat kota itu lebih baik dan lebih manusiawi tanpa mengesampingkan tugasnya sebagai unit bisnis milik pemerintah provinsi.

“Ada banyak opsi yang mungkin muncul, kita butuh seseorang track record-nya bagus, muda dan energik, sehingga kerja-kerja dan komunikasinya bisa lebih gesit dan memenuhi harapan masyarakat. Kalau ada orang kampus, tak salah juga untuk dicoba. Akademisi yang kompeten dari luar sistim PDAM Tirtanadi selama ini, yang bisa melihat berbagai persoalan yang dihadapi secara lebih jelas dan tanpa ada ikatan kepentingan dengan stakeholder internal yang ada selama ini. Itu menjadi nilai tambah tersendiri untuk perbaikan sistim dan pelayanan perusahaan ke depan nanti,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis, 15 Oktober 2020.

Dia menambahkan, akademisi, selain menguasai masalah teknis, sering juga memiliki kemampuan manajerial yang linier berkembang sesuai program yang dihadapi. “Jadi tak masalah itu orang luar atau orang baru. Yaaa penyelarasan tentunya ada. Tapi kalau untuk kebaikan produk dan layanan kenapa tidak,” pungkasnya.

Melihat fakta keluhan masyarakat yang ada, seperti sempat disingung Zulfendri, PDAM Tirtanadi dikatakan perlu berbenahi lebih serius mengingat pertumbuhan pemukiman dan hunian terus bertambah. Itu semua menurut dia perlu produk-produk yang dimiliki PDAM Tirtanadi.

Lain hal Dra. Wati S., seorang warga Medan yang di mintai pendapatnya mengatakan, sebagai perusahaan air minum, Tirtanadi sejauh ini belum dirasakan optimal. “Tidak usaha kita bicara mutu air, kuntinuitas aliran air saja masih menjadi hal yang mengecewakan,” katanya.

Bagi dia kalau ada orang yang memang lahir dan besar di Medan yang memimpin perusahaan milik daerah itu, mungkin lebih bagus. “Dia mungkin lebih bisa merasakan apa yang dirasakan konsumen selama ini, jadi bisa mendrive perusahaan itu untuk bisa lebih mengerti konsumen,” pungkasnya.

Lebih jauh dia berharap pelayanan prima seharusnya sudah bisa diberikan perusahaan kepada pelanggan, terutama mutu dan kontinuitas. Sayangnya dia tidak mau mengomentari bursa calon Dirut PDAM Tirtanadi Provsu itu.

Dia hanya mengharapkan penentu akhir bursa ini mempelajari betul rekam jejak kapasitas dan kapabilitas segenap calon dan mempertimbangkannya dalam segenap aspek, terutama kepuasan pelanggan.

Sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) dalam hal ini Gubsu yang akan menentukan calon yang paling sesuai dan sejalan dengan langkah provinsi sebagai provinsi yang bermartabat. (m28)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2