Waspada
Waspada » Tingkatkan Pembelajaran Berbasis Digital, Smile Program Gelar Seminar Pendidikan
Medan

Tingkatkan Pembelajaran Berbasis Digital, Smile Program Gelar Seminar Pendidikan

MEDAN (Waspada): Setahun sejak kasus pertama virus Corona COVID-19 ditemukan di Indonesia, penularannya masih sulit dikendalikan hingga saat ini. Alhasil, anak anak diwajibkan belajar berbasis digital, guna antisipasi penularan virus mematikan ini.

Dengan alasan inilah, Yayasan Smile Program bekerjasama dengan Edu Prime School gelar seminar pendidikan dimasa pandemi covid-19, yang dilaksanakan di Gedung Edu Prime School, Medan, Senin (29/3).

Di mana tiga nara sumber memberikan ulasan terkait pembelajaran daring yang wajib menggunakan smartphone dan internet.

Niland Meagand, Director of Smile Foundations mengatakan saat menjadi nara sumber me jabarkan bahwa kondisi pada Virtual saat ini ada 5 tahap yang harus diikuti, yakni yang pertama ratio student-teacher, kedua fasilitas, ketiga distance, keempat abilities dan kelima social dan creative.

“Dari 5 tahap ini mengisyaratkan bahwa seseorang guru akan optimis untuk kemajuan muridnya, Tuhan akan membantu jerih payah yang dilakukan seorang guru untuk kesuksesan muridnya,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, ada poin penting agar anak murid tetap belajar dalam keadaan daring. Yakni Plus points of virtual learning (PTJJ). Yang dimaksud hal tersebut yakni pertama: parenting development, maksudnya orangtua harus terlibat dalam pembelajaran anak, sebab orangtua peranannya sangat besar untuk pendidikan anak.

Yang kedua, emotional development yakni hubungan emosional anak dan orantua harus terjadi, ini sangat penting bagi anak.

Ketiga corporate development yakni kerjasama antara anak dan guru, sangat diharapkan untuk pendidikan anak.

“Keempat digital sistem development, dimana 10 tahun kedepan kita tidak ada belajar lagi face to face, jadi anak memang harus diajari bagaimana melek digital.,” ujarnya.

Apresiasi

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumatera Utara, Nurlela yang juga nara sumber di seminar ini mengatakan sangat apresiasi untuk Smile dalam mengembangkan pendidikan bagi anak.

“Kami punya program terkait partisipasi terpadu bagi anak. Ini dilakukan sebab dari 15 juta penduduk Sumut sepertiganya adalah anak. Semua programnya tentang pembelajaran anak dan ini adalah program amanah, walau program ini sangat sulit,tapi harus kita lakukan bersama sama,” ujarnya.

Dikatakannya kegiatan positif sangat membantu untuk kepentingan pendidikan anak. Bahkan dari 38 LSM, salah satunya Smile diharapkan dapat membantu anak anak belajar daring dengan baik.

“Dalam kegiatan daring atau belajar berbasis digital, kita sudah ada kerjasama dengan 2 perusahaan untuk membantu dalam bidang internet, jadi anak anak yang misalnya tinggal di bantara sungai dapat  belajar dengan internet gratis,” sebutnya.

Sedangkan Pemerhati Anak Sumut, Lukman berharap agar pendidikan anak dengan pembelajaran daring terus digiatkan. Anak yang berusia 18 tahun kebawah harus belajar dengan baik dibantu banyak pihak apakah dari pemerintah, swasta maupun LSM dalam penggunakan internet maupun pembelajaran pola lainnya untuk masa depan anak anak.

“Internet memang sangat diperlukan saat ini, mengingat virus covid-19 belum tau kapan akan berakhir, sehingga mengharuskan anak anak belajar secara daring, dengan adanya kegiatan seminar ini mudah mudahan para orangtua maupun anak anak dapat mengikuti tahapan tahapan cara belajar menggunakan internet,” kata Lukman yang salah satu penerima penghargaan sebagai Pemerhati Anak di Sumut. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2