Tim PKM UMA Latih Masyarakat P Labu Kerajinan Seni Oshibana

  • Bagikan
TIM dosen UMA dan masyarakat Pantai Labu saat pelatihan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Waspada/Ist
TIM dosen UMA dan masyarakat Pantai Labu saat pelatihan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Waspada/Ist

DELISERDANG (Waspada): Tim dosen Universitas Medan Area (UMA) memberikan pelatihan seni merangkai atau menghias dengan bunga atau dedaunan yang dikeringkan dengan cara ditekan (oshibana), kepada masyarakat di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang.

“Kita melatih teknik pengeringan dengan pengepresan, tanpa menghilangkan warna asli bunga ataupun daunnya,” ujar Ida Fauziah, S.Si, M.Si dosen Fakultas Sains dan Teknologi UMA di Medan, Senin (13/12).

Kegiatan ini katanya, merupakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada 13 November 2021 lalu.

Dikatakan, dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. PKM merupakan kewajiban dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kegitan PKM ini berupa pelatihan pembuatan kerajinan tangan dengan bahan dasar bunga yang dikeringkan. Kerajinan ini juga biasa disebut dengan kerajinan Oshibana,” ujarnya.

Dijelaskan kerajinan seni oshibana berasal dari keinginan masyarakat Jepang di abad 16M untuk mengabadikan keindahan bunga sakura yang hanya bisa dinikmati saat musim dingin.

Agar tetap dapat menikmati keindahannya, mereka mengeringkannya, menyimpannya dan mengaplikasikan dalam berbagai bentuk. Teknik pengeringan dengan pengepresan, tanpa menghilangkan warna asli bunga ataupun daunnya.

Tim dosen pelaksana PKM ini dari Fakultas Sains dan Teknologi (Ida Fauziah, S.Si, M.Si dan Dra. Sartini, M.Sc), Fakultas Pertanian (Fastabiqul Khairad, S.P., M.Si) serta mengikutkan 2 orang mahasiswa.

Kerajian Oshibana

Pelatihan yang diberikan kepada kelompok ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan membuat kerajian oshibana berupa gantungan kunci, pajangan dengan frame foto, pembatas buku serta beberapa produk turunan oshiana lainnya yang dapat dijadikan oleh-oleh dari Desa Wisata Denai Lama.

Kegiatan ini disambut baik Parnu, S.E selaku Kepala Desa Denai Lama, serta semangat dan antusias dari peserta pelatihan.

Menurut Ida Fauziah, dengan adanya hibah PKM melalui DIYA UMA ini, kita dapat menggapai segala macam kegiatan guna kegiatan pembangunan masyarakat terutama ekonomi masyarakat.

Setelah beberapa minggu pelaksanaan kegiatan pengabdian, dilakukan evaluasi guna meninjau penerapan kerajinan tangan yang dibuat dengan hasil banyaknya produk turunan oleh ibu PKK serta dapat dijadikan suvenir dari desa wisata Denai Lama.(m05/A)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.