Tidak Nyaman Dan Trauma, Haikal Dan Zakira Pulang Dari Rawatan RSU Haji Medan

  • Bagikan
ZAKIRA saat pertamakali masuk RSU Haji dan usai pengambilan sampel darah di instalasi gawat darurat ( IGD) pada Senin (5/7). Dua bocah penderita penyakit kulit langka, Haikal dan Zakira Pulang Atas Permintaan Sendiri (PAPS) dari perawatan Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan pada Kamis (8/7) sekitar pukul 14.00 wib. Waspada/Mahbubah Lubis
ZAKIRA saat pertamakali masuk RSU Haji dan usai pengambilan sampel darah di instalasi gawat darurat ( IGD) pada Senin (5/7). Dua bocah penderita penyakit kulit langka, Haikal dan Zakira Pulang Atas Permintaan Sendiri (PAPS) dari perawatan Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan pada Kamis (8/7) sekitar pukul 14.00 wib. Waspada/Mahbubah Lubis

MEDAN (Waspada): Dua bocah penderita penyakit kulit langka, Haikal dan Zakira Pulang Atas Permintaan Sendiri (PAPS) dari perawatan Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan pada Kamis (8/7) sekitar pukul 14.00 wib.

Saat dikonfirmasi Waspada pada Jumat (9/7) kepada ibu bocah itu, Nisa mengaku terpaksa mengambil keputusan pulang dan tidak meneruskan pengobatan kedua anaknya di Rumah Sakit itu karena kedua anaknya merasa tidak nyaman atau trauma dengan tindakan medis seperti pengambilan darah yang dilakukan berulang.

“Bolak- balik mengambil sampel darah. Anak-anak ini ketakutan dan sayapun tidak terima, tidak sanggup melihat anak saya. Apalagi kami sudah tahu anak kami ini tidak bisa disembuhkan. Tahunya dari dokter, tiga-tiga dokter (dokter kulit, anak dan dokter penyakit dalam) yang merawat bilang hal yang sama. Katanya tidak ada obatnya untuk sembuh. Kalau begitu lebih baiklah anak saya rawat di rumah saja,” kata Nisa.

Iapun mengaku selama dirawat di rumah sakit keduanya kurang sehat kondisinya karena trauma atas tindakan medis. Sedangkan saat ini akunya keduanya cukup sehat dan luka-luka di tubuhnya mulai kering meski luka baru mulai muncul lagi.

“Saya akui memang saya yang minta pulang dan saya tandatangan surat pernyataan juga disana. Memang pihak rumah sakit sempat membujuk agar mau dilakukan tindakan medis untuk diobati tapi saya tidak mau dan minta pulang,” tegasnya.

Atas Permintaan Sendiri

Humas RSU Haji, Abdul Muthalib Harahap membenarkan bahwa pasien atas nama Haikal dan Zakira yang dirawat di ruang Al ikhlas VIP sudah pulang atas permintaan sendiri (PAPS).

“Ya benar sudah pulang mereka. Ada yang mau dilakukan tindakan medis dia tidak mau, pokoknya setiap tindakan medis yang mau dilakukan dia tidak mau. Jadi gimana kami mau merawat, setiap apa tindakan medis dia gak mau. Pulang atas permintaan sendiri. Hasil pengambilan darah pun belum ditemukan hasilnya. Karena mau dilakukan pemeriksaan lanjutan dia tidak mau gimana kami mau tau hasilnya,” kata Abdul Muthalib.

Sementara itu, kedua bocah yang sempat dikunjungi dan dirujuk berobat ke RSU Haji Medan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi itu kini berada di kediaman mereka di Medan Johor. Disebutkan ibunya kedua bocah tersebut di rawat di rumah saja dengan membeli obat secara mandiri.

Informasi sebelumnya, keduanya sempat mendapatkan perawatan sejak Senin (5/7) dan sempat di sebutkan hasil pemeriksaan sementara bahwa keduanya mengidap penyakit Epidermolisis Bulosa, penyakit genetik (cbud).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *