Waspada
Waspada » Tidak Ada Perubahan Prilaku Masyarakat, Covid-19 Sulit Berakhir
Medan

Tidak Ada Perubahan Prilaku Masyarakat, Covid-19 Sulit Berakhir

PAKAR Kesehatan Sumut, dr H Delyuzar, M Ked (PA), Sp PA(K). Pandemi Covid-19 diprediksi akan susah berakhir karena pelaksanaan vaksin yang terlalu lama, dan tidak adanya perubahan prilaku masyarakat dalam menghadapi Covid-19 ini. Waspada/ist
PAKAR Kesehatan Sumut, dr H Delyuzar, M Ked (PA), Sp PA(K). Pandemi Covid-19 diprediksi akan susah berakhir karena pelaksanaan vaksin yang terlalu lama, dan tidak adanya perubahan prilaku masyarakat dalam menghadapi Covid-19 ini. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Pandemi Covid-19 diprediksi akan susah berakhir dikarenakan pelaksanaan vaksin yang terlalu lama, dan tidak adanya perubahan prilaku masyarakat dalam menghadapi Covid-19 ini.

Apalagi hal ini dapat dilihat dengan nyata, kalau dulu tempat makan atau restoran lengkap protokol kesehatannya. Misalnya, setiap restoran atau tempat makan lainnya akan ditemukan tempat cuci tangan dan sabun di pintu masuknya, namun pemandangan saat ini sulit sekali ditemukan. Memang ada tempat air dan tempat sabunnya tapi isinya tidak ada.

Begitu juga dengan penggunaan masker. Kalau sebelumnya semua pelayan dan pekerja disana ketat akan masker, kini tidak lagi. Jika dikritik, maka akan mendapatkan respon kurang baik. Mereka sama dengan kita, bisa terpapar.

Hal penting sebenarnya masyarakat di sekitar harus mengawasi itu bahwa itu bisa berjalan. Tidak perlu dikomando dan semua orang bisa memberikan kritikan kalau itu tidak berjalan.

“Jadi kalau melihat begini tidak yakin saya 1 atau 3 tahun ini berakhir, mungkin bisa 5 tahun kalau keadaannya seperti ini. Sementara itu kita sudah tidak siap lagi secara ekonomi,” ucap pakar kesehatan Sumut, dr H Delyuzar, M Ked (PA), Sp PA(K) (foto)  saat talkshow dengan Waspada dengan tema Penanganan Covid-19 di Kota Medan beberapa waktu lalu.

Katanya, semua menanggulangi pandemi ini orang harus bersungguh-sungguh untuk melakukan penanggulangan dan ini katanya tidak hanya kerja kelompok atau Satuan Tugas (Satgas) saja, semua harus menjadi satgas di lingkungan masing-masing.

Capai Target

Ia juga menegaskan semua kita harus mendapatkan vaksin itu agar mencapai target 70 persen.

“Kadang-kadang 70 persen vaksinasi itu berusaha dicapai justru orang menganggap telah terjadi pemaksaan. Sehingga tidak ada gunanya jika target vaksin tidak tercapai,” jelasnya.

Disinggungnya juga, Nazir Masjid, kelompok gereja harus terlibat dalam kegiatan mendidik masyarakat memonitoring masyarakat serta melakukan langkah-langkah ketika upaya-upaya itu tidak berjalan di level masyarakat. Dari hulu sampai hilir harus ditangani dengan benar.

Dan Walikota Medan diminta bisa mengemban kontroling itu sampai ke tingkat kelurahan dan Kepling.

“Kalau tidak berjalan saya tidak yakin bisa berakhir dengan waktu singkat. Vaksin yang lama, perubahan prilaku yang tidak terjadi maka akan terlarut terus dengan pandemi ini, ekonomi kita terus terpuruk, pendidikan kita juga tidak bisa membentuk anak bangsa yang berkarakter itu,” tandas Delyuzar. (cbud)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2