Waspada
Waspada » Tidak Ada Pawai Malam Takbiran Di Medan
Medan

Tidak Ada Pawai Malam Takbiran Di Medan

SALAH satu sudut jalan Kota Medan sepi pada saat malam takbiran Idul Adha 1442 H, Senin (19/7) malam setelah adanya pemberlakuan PPKM Darurat. Waspada/gito ap
SALAH satu sudut jalan Kota Medan sepi pada saat malam takbiran Idul Adha 1442 H, Senin (19/7) malam setelah adanya pemberlakuan PPKM Darurat. Waspada/gito ap

MEDAN (Waspada): Suasana Kota Medan pada malam Hari Raya Idul Adha 1442 H, Senin (19/7) sepi dari pergerakan lalu lintas kendaraan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini tidak ada pawai keliling malam takbiran.

Takbiran hanya dilakukan di masjid-masjid dan mushalla dengan jumlah jamaah dibatasi. Sementara lampu-lampu jalan di inti kota masih tetap dipadamkan.

Kapolda Sumut Irjen Pol. Panca Putra Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (20/7) membenarkan tidak adanya pawai malam takbiran di Medan. “Bukan hanya di Medan, tapi juga kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara,” sebutnya.

Menurutnya, secara keseluruhan situasi pada malam Idul Adha 1442 H di Kota Medan, Sumatera Utara cukup sepi dan tidak ada pawai takbiran keliling.

“Masyarakat cukup peduli menaati imbauan pemerintah untuk tidak melaksanakan takbiran keliling karena masih dalam situasi pandemi Covid-19 dan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Medan,” katanya.

Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada malam takbiran di Kota Medan, Sumatera Utara juga berjalan cukup kondusif tanpa adanya gangguan.

Hal itu, kata dia, tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan pemuka agama, tokoh masyarakat yang aktif menyampaikan imbauan agar patuh terhadap aturan pemerintah.

Patuhi Prokes

Kapolda berharap masyarakat untuk tetap mematuhi aturan protokol kesehatan selama perayaan Idul Adha. Menurutnya, pembatasan kegiatan masyarakat yang salah satunya larangan takbiran keliling untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menekan angka penyebaran Covid-19.

“Di tengah pandemi Covid-19 kita harus menjaga dan menghindari terjadinya kerumunan yang dapat menyebabkan penyebaran Covid-19,” sebutnya.

Kapolda menambahkan, pada pelaksanaan pemotongan hewan kurban cukup dihadiri panitia dan masyarakat yang berkurban. Kebijakan itu diterapkan agar tidak menimbulkan klaster baru pandemi Covid-19 pada Hari Raya Idul Adha 1442 H.

“Bhabinkamtibmas dan Babinsa akan diturunkan membantu pendistribusian daging kurban. Sehingga tidak ada lagi orang yang antri untuk mendapatkan daging kurban. Kebijakan ini demi menjaga kesehatan masyarakat dalam menekan penyebaran Covid-19,” kata dia lagi.

Jenderal bintang dua itu menyebutkan, warga Kota Medan selama seminggu ini telah mematuhi aturan PPKM Darurat.

“Dari pantauan saya di pos-pos penyekatan terlihat mobilisasi kegiatan pada pagi dan siang hari menurun drastis, dan masyarakat telah mematuhi aturan PPKM Darurat selama satu minggu ini,” jelasnya.(m10)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2