Waspada
Waspada » Terpidana Korupsi Terminal Amplas Dieksekusi Ke Rutan Tanjunggusta
Medan

Terpidana Korupsi Terminal Amplas Dieksekusi Ke Rutan Tanjunggusta

KHAIRUDI Hazfin Siregar, saat berada di Kantor Kejari Medan. Terpidana korupsi terminal amplas ini dieksekusi ke Rutan Tanjunggusta. Waspada/ist
KHAIRUDI Hazfin Siregar, saat berada di Kantor Kejari Medan. Terpidana korupsi terminal amplas ini dieksekusi ke Rutan Tanjunggusta. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan mengeksekusi Plt Kabid Pengawasan dan Survey pada Distarukim Medan, Khairudi Hazfin Siregar ke Rutan Klas I Medan/Rutan Tanjunggusta. Khairudi adalah terpidana kasus korupsi proyek revitalisasi Terminal Terpadu Amplas.

Menurut Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Medan, Bondan Subrata, jaksa penuntut umum Pidsus Kejari Medan melakukan eksekusi, setelah yang bersangkutan datang ke Kantor Kejari Medan pada Jumat (19/2) lalu.

“Terpidana dengan kooperatif datang ke Kantor Kejari Medan untuk dilakukan eksekusi pada Jumat tanggal 19 Februari 2021,” ucap Bondan Subrata kepada wartawan, Minggu (21/2).

Menurut Bondan, eksekusi dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 2406.K/Pid.Sus/2018 tanggal 22 Januari 2019.

“Bahwa Khairudi Hazfin Siregar dijatuhi hukuman pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp200.000.000 subsider 6 bulan kurungan,” sebutnya.

Dijelaskan Bondan, terpidana Khairudi sebelumnya dinyatakan terbukti melakukan korupsi proyek revitalisasi Terminal Terpadu Amplas yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2015 sebesar Rp5.651.448.000.

Menurutnya, Khairudi belum sempat masuk ke dalam DPO (Daftar Pencarian Orang). Ia dijatuhi sebelumnya dijatuhi hukuman 4 tahun penjara.

“Karena saat mau dieksekusi saat itu, dia sakit sehingga tidak jadi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, perbuatan Khairudi terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Tidak Sesuai Kontrak

Kasus ini bermula ketika proyek revitalisasi terminal terbesar di Medan itu ditemukan 6 item volume pekerjaan tidak sesuai kontrak dan dinilai amburadul.

Keenam item volume pekerjaan yang dimaksud yakni area pengerasan lahan, pekerjaan overlay pekerasan lama, peningkatan utilitas pemasangan pada bagian istalasi jet pump dengan status nihil dan drainase pada normalisasi saluran lama.

Kemudian, item perbaikan saluran pada pembuatan penutup drainase (beton) dan terakhir pembuatan kanopi area drop off MPU pada pengecoran kolom.

Setelah dilakukan penelitian oleh ahli untuk kegiatan tersebut dan perhitungan kerugian negara dari konsultan akuntan publik diketahui terdapat kekurangan volume untuk pekerjaan terhitung selama 90 hari kalender.

Untuk kekurangan volume pada pekerjaan pembangunan revitalisasi Terminal Terpadu Amplas diketahui jumlah kerugian negara sebesar Rp491.104.883 yang dihitung oleh akuntan publik. (m32).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2