Waspada
Waspada » Terduga Penista Agama Dilaporkan Ke Polrestabes
Medan

Terduga Penista Agama Dilaporkan Ke Polrestabes

PENISTAAN. Miftah terduga penistaan agama dilaporkan Lembaga Advokasi Umat Islam Majelis Ulama Sumatera Utara (LADUI MUI Sumut) bersama sejumlah ormas Islam ke Polrestabes Medan, Jumat (17/7) sore. Ilustrasi
PENISTAAN. Miftah terduga penistaan agama dilaporkan Lembaga Advokasi Umat Islam Majelis Ulama Sumatera Utara (LADUI MUI Sumut) bersama sejumlah ormas Islam ke Polrestabes Medan, Jumat (17/7) sore. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Mft, terduga penista agama dilaporkan Lembaga Advokasi Umat Islam Majelis Ulama Islam Sumatera Utara (LADUI MUI Sumut) bersama sejumlah ormas Islam ke Polrestabes Medan, Jumat (17/7) sore.

Rombongan yang datang ke Polrestabes Medan terdiri atas sejumlah ormas Islam.

Seperti FUI, FPI, PW NU, IMM Medan, GEMA ANNAS Sumut, FAHMI UMMI, IPM Sumut, PW IKADI Sumut, Ittihadiyah Sumut, DPW LMI Sumut dan lainnya.

Koordinator Litigasi LADUI MUI Sumut Faisal, SH, MHum mengatakan, terduga penista agama yang dilaporkan ke Polrestabes itu telah menghina umat Islam dan menista Syariat Islam.

“Tapi kita adalah orang yang taat hukum. Kita ingin tunjukkan bahwa kita umat Islam taat hukum,” kata Faisal, didampingi tim Pengacara LADUI Sumut Benito Asdhiie.

Karena itu, dia berharap aparat penegak hukum juga memahami dan menghargai ketaatan hukum.

Ketua Majelis Hukum dan HAM PW Muhammadiyah Sumut ini menjelaskan, proses pengaduan ini sebenarnya bukanlah ujug-ujug langsung begitu saja.

Ditegaskannya, MUI adalah rumahnya umat Islam telah dilecehkan oleh seseorang yang bernama Mft.

“Pada tahun 2018 orang ini (Mft) sudah ditangani Dewan Fatwa MUI Sumut karena telah melakukan perbuatan yang nyaris sama dengan topik yang berbeda. Sekarang dia ulangi lagi,” sebut Faisal.

Surat Resmi

Terkait kasus kali ini, kata Faisal, LADUI Sumut sudah memanggil dua kali yang bersangkutan dengan surat resmi, tapi jawabannya seperti menantang.

Kepada penegak hukum LADUI berharap penegak hukum menghargai kepatuhan hukum umat Islam di negara ini.

“Kita melakukan semua ini tidak lain adalah untuk membantu pemerintah dan aparat menegakkan keadilan hukum. Kita tidak mau umat Islam bertindak sendiri-sendiri,” ujar Faisal.

Tapi kalau nanti aparat penegak hukum tidak merespon kepatuhan hukum kita lanjutnya, jangan salahkan umat Islam melakukan tindakan dengan caranya sendiri.

Seperti diketahui Mft diduga telah melakukan penistaan terhadap cadar lewat postingannya di media sosial facebook.

“Saya tak habis pikir cewek-cewek yang bercadar itu. Saya aja pake masker gak bisa lama-lama. Mereka satu harian memakainya apa gak bau jigong, bau kecut atau bau tungkik itu kain cadarnya,” katanya.

Parahnya ini dikatakan perintah Allah, padahal tak ada Al Quran nyuruh pake cadar.

“Sehingga aneh sekali masak Tuhan menyuruh kita menikmati bau jigong. Beragama itu bukan pragmatis, tapi wajib logis dan kritis,” tulisnya.

“Alasan-alasan krusial inilah yang membuat cewek bercadar melepas cadarnya. Rata-rata mereka memakainya, karena dogma buta,” tulis Mft di akun facebook-nya (29 Juni 2020). (m25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2