Terdampak PPKM Darurat, Buruh Minta Pemerintah Segera Salurkan BLT

Terdampak PPKM Darurat, Buruh Minta Pemerintah Segera Salurkan BLT

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Pemerintah diminta memberikan perhatian serius kepada pekerja/ buruh, dengan adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Selain pelaku UMKM, buruh juga rentan terhadap dampak PPKM Darurat, terlebih lagi sudah dilakukan perpanjangan ke darurat level 4.

Menurut Sekretaris Umum Serikat Buruh Merdeka Indonesia (SBMI) Aris Rinaldi Nasution, pemerintah harus meringankan biaya kebutuhan hidup para buruh selama pemberlakuan PPKM Darurat. Karena itu, bantuan sembako maupun BLT berupa subsidi upah pekerja harus segera disalurkan pemerintah.

“Kita meminta pemerintah meringakan biaya tagihan listrik dan menyalurkan kebutuhan pokok serta bantuan langsung tunai (BLT) untuk para pekerja buruh yang terpaksa dirumahkan. Sehingga pekerja bisa terbantu tanpa khawatir akan kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar Aris Rinaldi Nasution, Rabu (28/7).

Aris mengungkapkan, terhadap kebijakan pemerintah atas PPKM Darurat para pekerja buruh seperti menelan pil pahit. Pasalnya, selama PPKM diberlakukan perusahaan hanya dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen pekerja produksi/pabrik.

“Oleh karena itu, banyak juga perusahaan mengambil kebijakan untuk merumahkan para pekerjanya dan tidak menutup kemungkinan akan adanya ancaman PHK massal terhadap perkerja buruh,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan perusahaan jika pemutusan hubungan kerja terhadap buruh terus terjadi selama PPKM Darurat, hak-hak buruh harus disalurkan sesuai ketentuan.

“Jika sampai ada kebijakan merumahkan pekerja karena perusahaan tidak bisa beroperasi dikarenakan penerapan PPKM Darurat, perusahaan harus tetap membayarkan hak para buruh,” tegasnya.

Ia juga menyarankan, untuk menghindari PHK massal, dikarenakan PPKM Darurat, maka pemerintah harus memberikan bantuan kepada tempat usaha yang mengikuti aturan PPKM.

“Jangan hanya menyuruh pekerja dan tempat pelaku usaha berdiam diri di rumah tanpa ada bantuan yang disalurkan. Apabila ini terus terjadi takutnya akan menimbulkan masalah baru seperti tindak kriminalitas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” pungkasnya. (m32).

 

  • Bagikan