Terdakwa Pembunuh Pemilik Kos Divonis 20 Tahun Penjara

Terdakwa Pembunuh Pemilik Kos Divonis 20 Tahun Penjara

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Terdakwa Faonasekhi Zamago divonis 20 tahun penjara oleh majelis hakim diketuai Denny Lumbantobing pada persidangan virtual di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/10) sore.

Sedangka kedua rekannya, Bezisokhi Zalukhu dan Aperseven Zalukhu divonis lebih ringan dengan pidana 18 tahun penjara. Ketiganya terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap korban, Djie Gon Gunawan alias Acek ,74, selaku pemilik kos di Jl. Merbabu Kec. Medan Kota.

“Perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan perbuatan dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain karena pembunuhan direncanakan, sebagaimana dalam Dakwaan Pertama Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP,” ucap hakim Denny Lumbantobing.

Dalam pertimbangannya, yang memberatkan pada terdakwa, karena perbuatan tersebut mengakibatkan korban Djie Goon Gunawan alias Acek meninggal dunia.

“Yang meringankan para terdakwa bersikap sopan di persidangan, menyesali perbuatannya dan belum pernah dihukum,” sebut hakim.

Atas vonis itu, jaksa menyatakan pikir-pikir. Sebab, tuntutan tersebut jauh lebih ringan, dimana sebelumnya ketiga terdakwa dituntut seumur hidup penjara.

Diketahui, peristiwa pembunuhan itu bermula Maret lalu, terdakwa Faonasekhi Zamago bertemu Bezisokhi Zalukhu dan Aperseven Zalukhu di lantai 3 depan kamar kos. Mereka membicarakan bahwa Zamago akan dikeluarkan dari kosan karena belum bayar 3 bulan.

Zamago kebingungan mencari uang menutupi sewa kamar kos. “Tunggakan serupa juga dialami Bezisokhu. Saat itu, Zamago mengajak kedua terdakwa lain untuk merencanakan pembunuhan terhadap Djie Gon Gunawan (korban),” ujar jaksa saat itu.

Enam hari kemudian sekitar jam 22.00, Zamago mulai melakukan rencana yang telah disepakati dengan kedua temannya. Zamago pun mendatangi kamar korban yang berada di lantai satu untuk berpura-pura membeli rokok. Ketika menyerahkan rokok, Zamago langsung menendang punggung korban.

Lalu, Zamago mengantukkan batu ke kepala bagian belakang korban dan menyeretnya ke tempat tidur dengan posisi tubuh terlentang. Selanjutnya, Zamago naik ke lantai 3 dan memanggil kedua terdakwa lain. Mereka kembali memukuli kepala beserta wajah korban dengan tangan dan batu.

Saat mereka masih memegang korban, tiba-tiba Alwi datang hendak membeli air minum. Alwi terkejut melihat ketiga terdakwa dan tak jadi membeli. Ketiga terdakwa langsung kabur meninggalkan rumah kos korban. Para terdakwa berhasil dibekuk tim Sat Reskrim Polrestabes Medan pada tanggal 9 Maret 2021. (m32)

Foto: Hakim saat membacakan vonis para terdakwa yang digelar virtual di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan

  • Bagikan