Waspada
Waspada » Terdakwa Kepemilikan139 Kg Ganja Dituntut Seumur Hidup
Medan

Terdakwa Kepemilikan139 Kg Ganja Dituntut Seumur Hidup

Jaksa penuntut umum saat membacakan berkas tuntutan terdakwa yang digelar virtual di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan.
Jaksa penuntut umum saat membacakan berkas tuntutan terdakwa yang digelar virtual di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan.

MEDAN (Waspada): Jaksa penuntut umum Ramboo Loly Sinurat menuntut terdakwa Zulfikar alias Zul Bin Achmad Lesmana, 41, dengan pidana penjara seumur hidup. Ia dinilai terbukti menyimpan 139kg ganja.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, menuntut terdakwa Zulfikar dengan pidana penjara seumur hidup,” kata jaksa di hadapan Hakim Ketua M Ali Tarigan dalam sidang virtual di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (10/6).

Jaksa menyebutkan, warga Jalan Bunga Raya, Asam Kumbang, Medan, melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Masih dalam kasus yang sama dengan majelis hakim yang diketuai Dominggus Silaban, jaksa Ramboo Loly Sinurat juga menuntut dua terdakwa masing-masing dengan pidana seumur hidup.

Kedua terdakwa yaitu, Mhd Amril Tanjung,36, warga Jalan Bantan, Medan Tembung dan Salamuddin, 21, warga Jalan Bunga Raya, Asam Kumbang, Medan.

Atas tuntuan jaksa, majelis hakim memberikan kesempatan kepada penasihat hukum para terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Tawaran Pekerjaan

Sebelumnya dalam dakwaan jaksa disebutkan, kasus itu berawal pada Mei 2020 saat menerima tawaran pekerjaan dari Samsul (DPO) untuk bisnis narkotika jenis ganja.

Pada Juni 2020, Samsul menghubungi terdakwa bahwa mobil bermuatan ganja sedang dalam perjalanan dari Gayo Luwes, Aceh, untuk menyimpan ganja tersebut.

Selanjutnya terdakwa menghubungi Putra alias Puput (DPO), Suria Agus Tami, dan Salamuddin (masing-masing penuntutannya dilakukan secara terpisah) untuk membantu menurunkan barang berupa ganja di sekitaran Gudang Kapur, Asam Kumbang.

Sekira jam 22.00 mobil bermuatan ganja tersebut datang ke gudang kapur, selanjutnya Puput (DPO), saksi Surya Agus Tami dan saksi Salammudin menurunkan barang yang bermuatan ganja sebanyak 7 karung.

Setelah menerima ganja sebanyak 7 karung tersebut, kemudian Puput, Surya Agus Tami dan Salammudin menggali tumpukan kapur di Gudang Kapur dengan menggunakan cangkul untuk mengeluarkan 5 box plastik yang sudah tertanam di Gudang kapur.

Ganja yang telah dibuka oleh terdakwa lainnya, lalu dimasukkan ke dalam 5 box plastik tersebut.

Dikubur

Setelah dikubur kemudian Puput memberitahukan kepada terdakwa bahwa jumlah ganja yang dikubur sebanyak 150 bungkus.

Kemudian pada September 2020, Samsul Kembali menelepon terdakwa bahwa akan ada pengiriman ganja kembali.

Lalu terdakwa menghubungi Puput, Tami dan Salammudin untuk mengubur kembali ganja yang berjumlah 98 bungkus.

Selanjutnya, pada 8 November 2020, kembali masuk ganja dari Samsul, dan mengubur sebanyak 167 bungkus.

Malam harinya Samsul menelepon terdakwa bahwa akan ada orang yang akan mengambil ganja dan diminta menyiapkan 18 ganja, untuk diserahkan kepada orang yang tidak dikenal.

Agus Tami kemudian diajak terdakwa ke arah jalan Pinang Baris, karena terdakwa telah mengetahui bahwa rumah Puput di grebek oleh petugas polisi.

Kemudian sekira pukul 22.00 Wib terdakwa beserta ketiga saksi lainnya ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang sebelumnya telah mendapat informasi dari masyarakat.

Setelah dilakukan pengeledahan ditemukan 5 buah container box dan 2 bungkus kantong plastik yang di dalamnya berisi 136 kotak yang dilapisi lakban coklat berisi narkotika jenis ganja dengan berat kurang lebih 139.779,2 gram. (m32).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2