Tahanan Polrestabes Over Kapasitas

Tahanan Polrestabes Over Kapasitas

  • Bagikan
Tahanan. Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko menegaskan, selama pandemi Covid-19, tahanan di Polrestabes Medan over kapasitas. Ilustrasi
Tahanan. Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko menegaskan, selama pandemi Covid-19, tahanan di Polrestabes Medan over kapasitas. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko menegaskan, selama pandemi Covid-19, tahanan di Polrestabes Medan over kapasitas.

“Ya, over kapasitas, lebih dari 100 persen,” kata Kapolrestabes saat ditanya berapa banyak penghuni tahanan di Polrestabes Medan selama pandemi Covid-29, Rabu (24/6).

Dijelaskan, untuk penghuni normal tahanan di RTP Polrestabes Medan standarnya 250 tahanan

.”Tapi saat ini tahanan mencapai 600 orang,” katanya.

Kalau untuk seluruh jajaran Polrestabes dan Polsek lanjutnya, penghuni tahanan mencapai 1.400 tahanan.

Over kapasitas tahanan ini terjadi karena Lapas dan Rutan Tanjung Gusta menyetop pengiriman tahanan titipan dari Polrestabes Medan dan Polsek jajaran selama pandemi Covid-19.

Untuk mengantisipasi kelebihan tahanan, Kombes Riko menjelaskan, saat ini pihaknya masih menambah blok tahanan di RTP Polrestabes Medan.

“Saat ini masih dalam pengerjaan,” katanya.

Ditanya mengenai makan tahanan, Riko menjelaskan, soal biaya makan tahanan sudah ada sumber dananya.

Masih Proses

Ketika ditanya kasus oknum polisi bawa sabu yang akan memberikan kepada tahanan di RTP Polrestabes Medan, Kombes Riko menegaskan, masih dalam proses hukum dan ditahan di sel Propam Polrestabes Medan.

“Oknum polisi Briptu PG masih ditahan di sel Propam Polrestabes Medan agar mempermudah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” jelasnya.

“Soal yang bersangkutan napi asimilasi bisa saja dihapus dan dimasukan kembali dalam Lapas,” katanya.

“Tapi lebih bagus yang bersangkutan masih berada di Polrestabes Medan untuk memudahkan pemeriksaan,” kata Kombes Riko Sunarko.

Institute for Criminal Justice Reform ( ICJR) menilai, banyak faktor yang menjadi penyebab masalah over kapasitas.

Menurut peneliti ICJR Genoveva Alicia, salah satunya, terpidana kasus narkotika yang mendominasi jumlah tahanan yang ada di Indonesia.

Sementara, pendekatan yang dilakukan pemerintah terhadap terpidana kasus narkotika cendering punitif atau lebih condong pada pemenjaraan. (m25)

  • Bagikan