Supir Taksi Online Cabuli Pelajar SMA

  • Bagikan
PERBUATAN CABUL. DRIVER Taksi online mencabuli seorang siswi SMA dilaporkan ke Polrestabes Medan, Sabtu (19/6) dan saat ini polisi masih memburu pelakunya. Ilustrasi
PERBUATAN CABUL. DRIVER Taksi online mencabuli seorang siswi SMA dilaporkan ke Polrestabes Medan, Sabtu (19/6) dan saat ini polisi masih memburu pelakunya. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Supir Taksi online mencabuli seorang siswi SMA dilaporkan ke Polrestabes Medan, Sabtu (19/6) dan saat ini polisi masih memburu pelakunya.

Polisi saat ini masih memburu pelaku driver taksi online yang tega mencabuli siswi SMA TN berusia 16 tahun di salah satu hotel melati kawasan Padang Bulan.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan, AKP Madianta Ginting, Selasa (22/6) menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan bukti.
“Saat ini kami masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti,” katanya.
Lebih lanjut, ia menuturkan saat ini pihaknya tengah mengejar pelaku tersebut.
“Kita belum bisa kasih keterangan lebih lanjut, karena nanti takutnya pelaku bisa kabur. Kita masih mengejar pelaku,” ungkapnya.

Madianta juga membeberkan fakta bahwa mobil yang digunakan pelaku untuk menarik taksi online berbeda.

“Kita masih selidiki ini, karena nomor plat mobil tersebut berbeda dengan identitas pelaku,” tegasnya.

Pelaku akan kita jerat dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sementra itu, Penasihat hukum korban, Oloan Butarbutar menjelaskan, dalam aplikasi taksi online yang dipesan, pelaku bernama Sahban yang membawa korban dari rumahnya di Kelurahan Delitua, Deliserdang.

Saat perjalanan kliennya justru dibawa ke sebuah hotel di daerah Padang Bulan, Medan dan dipaksa untuk memenuhi hasrat jahat sang sopir.

Oloan Butarbutar mengatakan saat itu korban yang tak hafal jalan merasa tak curiga kalau dibawa tidak sesuai pesanan.

Tak Berdaya

Sebelumnya pelaku mengaku kepada korban kalau ada barangnya yang tertinggal di sebuah tempat dan harus segera diambil.

Dalam perjalanan korban yang takut pun merasa tak berdaya. Sesampainya di sebuah hotel di kawasan Medan Selayang, korban sempat mengalami ancaman dan paksaan dari sopir taksi online ini.

“Awalnya yang pesan adiknya ke Hotel di Medan mau ketemu sama kawan-kawanya karena ada acara. Rupanya gak dibawa kesana. Malah di ajak ke hotel kawasan Padang Bulan dan dipaksa,” kata Penasihat hukum korban, Oloan Butarbutar saat ditemui di Polrestabes Medan, Selasa (22/6) siang.

“Tangannya ditarik paksa masuk ke hotel. Sempat melawan cuma karena tenaga perempuan terbatas jadi kalah.” katanya. (m25)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *