Waspada
Waspada » Sumut Jadi Percontohan Belajar Tatap Muka Nasional
Medan

Sumut Jadi Percontohan Belajar Tatap Muka Nasional

KADIS Pendidikan Sumut Prof Wan Syaifuddin mewakili Gubsu membuka FGD tokoh dan pakar pendidikan dan kesehatan dalam rangka persiapan PTM, Rabu (7/4) di Hotel Polonia Medan. Provinsi Sumut jadi percontohan dalam pembelajaran tatap muka secara nasional di masa pandemi Covid-19. Waspada/M Ferdinan Sembiring
KADIS Pendidikan Sumut Prof Wan Syaifuddin mewakili Gubsu membuka FGD tokoh dan pakar pendidikan dan kesehatan dalam rangka persiapan PTM, Rabu (7/4) di Hotel Polonia Medan. Provinsi Sumut jadi percontohan dalam pembelajaran tatap muka secara nasional di masa pandemi Covid-19. Waspada/M Ferdinan Sembiring

MEDAN (Waspada): Provinsi Sumatera Utara (Sumut) jadi percontohan dalam pembelajaran tatap muka secara nasional di masa pandemi Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan dr. Inke Nadia Lubis, M.Ked (Ped), Sp.A,PhD dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara saat menjadi salah satu narasumber Fokus Grup Diskusi (FGD), Rabu (7/4), di Hotel Polonia Medan.

Dinas Pendidikan Sumut menggelar FGD dalam rangka persiapan pembelajaran tatap muka Juli 2021. Selain dr Inke Nadia Lubis, tampil sebagai narasumber, Prof Abdul Munir (pakar konseling).Kemudian Dr. Deliuzar (pengamat kesehatan), Prof Harry Agusnar dari Dewan Pendidikan Sumut dan pakar psikologi, Dr Irna Minauli.

Sementara peserta para kepala dinas dan kepala cabang Dinas Pendidikan se- Sumut.

dr Inke Nadia mengatakan, jelang dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) Juli 2021 di tengah pandemi Covid-19, vaksinasi terhadap guru dan tenaga pendidik di Sumut harus sudah tuntas.

“Vaksinasi Covid-19 bagi guru ditargetkan dapat selesai paling tidak 70 persen sebelum rencana pembelajaran tatap muka terealisasi. Targetnya bulan Juni sudah selesai semua, baik pendidik maupun tenaga pendidikannya telah divaksin kedua,” ujarnya.

Selain kesiapan vaksinasi Covid-19 bagi guru, dr Inke menyampaikan kesiapan sarana dan prasarana di sekolah terkait dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 juga tengah didorong.

Mulai dari kamar mandi, ruang kelas, pada prinsipnya penataannya infrastruktur mendukung PKM harus benar-benar tuntas sesuai aturan prokes.

Ketentuan yang wajib dipenuhi sekolah, yaitu adanya ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan; sekolah mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah memiliki pemetaan warga, memiliki akses terhadap transportasi yang aman, dan adanya persetujuan komite sekolah atau perwakilan orangtua atau wali.

Aturan Prokes

Sementara itu, Prof Abdul Munir setuju PTM segera digelar sesuai aturan prokes. Dampak belajar daring adalah, siswa kesulitan konsentrasi belajar. Kemduian ancaman putus sekolah, minimnya interaksi sosial dengan guru, teman serta lingkungan, ditambah tekanan pembelajaran jarak jauh dapat menyebabkan anak stres.

Pembelajaran tatap muka dianggap masih yang paling ideal dan efektif di Indonesia. Profesi guru tidak akan tergantikan oleh teknologi.

Menurutnya, paling baik saat ini dan beberapa waktu kedepan adalah dengan memadukan antara pendekatan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring.

Dari aspek psikologi, Dr Irna Minauli mengatakan, PTM jangan lagi ditunda-tunda. Anak-anak sudah sangat rindu belajar tatap muka.

”Saya setuju dilakukannya PTM dengan konsep yang sudah diatur sedemikian rupa,” sebutnya. Dr Deliuzar dan Prof Harry Agusnar juga sependapat dengan para narasumber. Bahkan peserta FGD juga mendesak agar PTM tidak lagi ditunda-tunda. Mereka siap membantu pelaksanaan PTM.”Kami siap proaktif,” kata peserta FGD.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Prof Wan Syaifuddin mengatakan, FGD ini dilakukan untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka di provinsi Sumatera Utara yang rencananya dilaksanakan mulai bulan Juli 2021. (m19)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2