Sumpah Pemuda Momen Jalin Kebersamaan Untuk Kekuatan Masa Pandemi Covid-19

  • Bagikan
AKTIFIS Perempuan Tuah Melayu Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, drg Tina Arriani M.Kes, Rabu (27/10). Waspada/Ist
AKTIFIS Perempuan Tuah Melayu Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, drg Tina Arriani M.Kes, Rabu (27/10). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada):  Hari Sumpah Pemuda yang diperingati pada 28 Oktober 2021 ke 93, hendaknya menjadi momen menjalin kebersamaan untuk kekuatan masa pandemi covid-19 yang belum usai. Apalagi Tema Hari Sumpah Pemuda 2021.

Tema Hari Sumpah Pemuda Ke-93 Tahun 2021 adalah ‘Bersatu, Bangkit dan Tumbuh’. Tema ini menggambarkan spirit persatuan dalam keberagaman bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan, Aktifis Perempuan Tuah Melayu Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, drg.Tina Arriani M.Kes, (foto) Rabu (27/10).

Kata, dia, dengan semangat ini diharapkan bisa saling bahu membahu dalam upaya menumbuhkan kebersamaan untuk kembali menjalani kehidupan yang perlahan mulai pulih meskipun pandemi covid-19 belum berakhir.

“Dalam banyak hal, pemuda memiliki kontribusi yang sangat signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Maka, sekaitan Hari Sumpah Pemuda ke 93 ini, sejalan dengan keinginan pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi dengan semangat kewirausahaan pemuda, sangat tepat semua element mendorong aksi nyata dengan menggerakkan UMKM khususnya di kalangan pemuda ” ujar drg Tina yang juga bekerja di Dinas Kesehatan Bagian P2P serta pengurus PDGI Sumut.

Dia juga berharap, kalangan pemuda untuk tidak henti menimba ilmu, meningkatkan wawasan dan menjauhi segala tindakan kejahatan termasuk narkoba. Sebab, narkoba akan merusak semua sendi kehidupan sejak muda hingga tua. Padahal di tangan pemudalah bangsa ini akan dititipkan.

“Jika pemuda sehat, kuat dan cerdas maka bangsa Indonesia juga kuat dan berjaya. Harapan masyarakat adil dan makmur akan tercapai,” pungkasnya.

Hal lain disampaikannya, agar para pemuda juga tidak terlena dengan suasana saat ini, dimana situasi pandemi covid-19 belum berakhir.

“Mari tetap waspada, karena bahaya pandemi covid-19 masih ada dan diperkirakan memasuki gelombang ketiga dimana pemuda perlu berperan untuk sosialisasi, guna mendorong kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.Protokol kesehatan dimaksud adalah 5M; memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas,”pungkasnya. (m22)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *