Stok Darah Di UDD PMI Medan Kritis

Stok Darah Di UDD PMI Medan Kritis

  • Bagikan
Palang Merah Indonesia (PMI). Ilustrasi
Palang Merah Indonesia (PMI). Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Selama pelaksanaan vaksinasi digelar di kota Medan, minat masyarakat untuk melakukan donor minim. Akibatnya stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Medan sangat kritis.

“Memang benar stok darah kita sangat kritis, ini karena faktor vaksinasi. orang yang vaksin harus menunggu beberapa hari baru boleh mendonor. Misalnya untuk yang vaksin pertama, dia baru boleh vaksin setelah 3 sampai 4 hari, sedangkan orang yang baru vaksin kedua, maksimal seminggu lagi baru bisa donor. namun itu bukan faktor yang utama tetapi Pandemi dan PPKM lah faktor utamanya,” ucap Kepala Seksi Teknik Laboratorium dan BDRS Unit Donor Darah PMI Kota Medan, dr Ira Fitrianti Putri Lubis, Rabu (4/8).

Dikatakannya, sejak Pandemi pendonor memang sudah sangat sepi ditambah lagi adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan pelaksanaan vaksinasi. Ini sebutnya membuat masyarakat sulit bergerak. Pihaknya juga sulit menggelar kegiatan donor karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan.

“Kita juga sekarang jarang membuat kegiatan donor darah, padahal stok kita banyak diperoleh dari kegiatan kegiatan donor darah diluar. Seperti bekerjasama dengan instansi, hotel, BUMD, dan juga Instansi swasta lainnya,” ujarnya.

Stok darah di UUD PMI Medan saat ini hanya berkisar 60 kantong. Sementara permintaan rumah sakit di Medan setiap harinya tidak pernah turun.

“Stok kita 60 kantongan, semua golongan darah ada hanya saja yang jarang ada itu golongan darah ab,” ungkapnya.

Bank Darah

Disampaikannnya, Rumah Sakit (RS) yang bekerja sama dengan PMI Medan sampai saat ini ada 30 RS yang telah memiliki bank darah.

Namun untuk pendistribusian darah tetap dilakukan untuk semua rumah sakit se Sumatra Utara yang membutuhkan juga.

Namun ia mengakui memang sejak stok darah minim, distribusi darah ke RS sedikit terganggu.(cbud)

  • Bagikan