Waspada
Waspada » Stok Darah Di Medan Semakin Tidak Stabil
Medan

Stok Darah Di Medan Semakin Tidak Stabil

PALANG MERAH INDONESIA. Sejak masa Pandemi covid-19, kondisi stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia Cabang Medan semakin tidak stabil. Ilustrasi
PALANG MERAH INDONESIA. Sejak masa Pandemi covid-19, kondisi stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia Cabang Medan semakin tidak stabil. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Sejak masa pandemi Covid-19, kondisi stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia Cabang Medan sudah mengalami penurunan dan mengakibatkan stok darah tidak stabil.

Ketidakstabilan ini ditambah lagi memasuki bulan Ramadhan di mana minat masyarakat untuk berdonor sangat rendah.

Hal itu dikatakan Kasie Pelayanan Teknik Laboratorium dan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), Ira Fitriyanty Putri Lubis pada Selasa (13/4).

“Stok darah saat ini masih dalam kondisi belum stabil. Ini dikarenakan dampak Pandemi covid-19. Jadi kalau stok aman itu kita tidak pernah lagi merasakan sejak Maret 2020 kemarin. Kalau bulan puasa tahun ini lebih turun lagi karena tahun lalu itu tidak sekrisis tahun ini yang merupakan masa Pandemi. Semakin turun stok darah kita selain karena Pandemi masuk bulan puasa jadi Lebih turun lagi,” katanya.

Namun pihaknya menegaskan punya strategi untuk mencari para donasi darah atau pendonor. Diharapkan dengan ini setidaknya bisa membantu stok darah di UDD PMI kota Medan.

Strategi Mengatasi kelangkaan darah itu katanya dengan merekrut pendonor baik pendonor rutin maupun yang pendonor baru.

Begitu juga akan digelar acara yang kerjasama dengan komunitas, tempat ibadah ataupun instansi yang lain. Selain itu akan mengaktifkan donor keluarga atau donor pengganti.

“Untuk mengantisipasi kelangkaan dan stok menipis kita akan mengaktifkan donor pengganti jadi bagi pasien yang nanti membutuhkan darah jika stok kita tidak ada ataupun terbatas kita akan memberlakukan sistem donor keluarga untuk membantu kebutuhan pasien,” paparnya.

Donor Pengganti

Lanjutnya, untuk donor pengganti ini sebutnya boleh golongan apa saja jika memang tidak ada donor pengganti yang sama dengan golongan darah pasien.

Misalnya kalau stok darah minim tapi stok darah golongan 0 ada sedangkan golongan darah yang lain minim, pendonor boleh donor pengganti dengan golongan darah yang lain.

Diutarakannya, saat ini stok darah ada 400-an kantong darah. Saat ini golongan darah O terbilang menipis.

“Kalau bulan ramadhan pasti terjadi penurunan bukan hanya di Medan tetapi diseluruh Indonesia mengalami yang sama,” ucapnya.

Meski dijelaskan bahwa meskipun saat berpuasa tetap boleh melakukan donor darah, terutama bagi pendonor yang kondisinya fit, istirahatnya cukup, konsumsi makanannya juga baik dalam arti saat sahur pola makannya sehat.

“Jangan pula makan nasi sedikit tapi mendonor. Kondisi saat mendonor di ramadhan harus dipastikan sehat. Karena katanya ada juga pendonor yang puasa bukan di bulan ramadhan baik- baik saja saat mendonor. Jadi intinya harus fit,” tandasnya.

Ketika ditanya apakah PMI menyediakan sembako kepada para pendonor seperti di pulau Jawa, ia menjawab saat ini belum melakukan program tersebut. Karena kegiatan seperti itu biasanya digelar jika ada donatur. Kini PMI masih memberikan souvenir dan makanan tambahan dan souvenir lainnya.

Sementara itu, dr.Eka Syafrida Ritonga, AIFO-K selaku Kasie P2D2S & Pelayanan Medis UDD PMI Kota Medan mengatakan adapun program-program untuk menambah stok darah yakni PMI tetap menerima yang mau mengadakan acara donor darah selain itu pihaknya juga akan menggelar acara di masjid-masjid usai pelaksanaan ibadah sholat tarawihan.

“Untuk unit bus kita juga selama puasa ada nanti bebebrapa hari kita letakkan bus di Bundaran Sib,” tandasnya. (cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2