STIT-RH Medan Kerjasama Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI Kepada Mahasiswa

  • Bagikan

MEDAN (Waspada) : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah Medan kerjasama dengan anggota DPD RI/MPR RI, Muhammad Nuh untuk menyosialisasikan empat pilar MPR-RI, Minggu (14/11).

Hal ini dianggap penting mengingat mahasiswa yang kuliah di lembaga berafiliasi ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah itu merupakan generasi bangsa ke depan. Mahasiswa harus memahami, pengamalan Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara Undang-Undang Dasar, Kebhinekaan dan NKRI adalah wujud pengejewantahan diri sebagai rakyat Indonesia.

Dalam paparannya, Nuh menyampaikan, mahasiswa harus kritis dalam mencermati dinamika pilar-pilar MPR-RI tersebut. Istilah harga mati yang sering terdengar bukan berarti mematikan daya kritis dan nalar mengkajinya.

“Saya menyerukan agar mahasiswa-mahasiswi STIT Ar-Raudlatul Hasanah untuk terus menyemarakkan pengkajian dan penelaahan terhadap perkembangan dan perubahan yang terjadi. Sebab mahasiswa yang akan menggantikan posisi para legislatif ke depan,” ujar M Nuh.

Sebagaimana cita-cita pendiri bangsa ungkapnya, Indonesia ini harus tetap berdiri agar terus diperjuangkan. Perdebatan dan silang pendapat akan selalu terjadi seperti dalam sejarah awal mula Pancasila, Undang-Undang maupun bentuk Negara.

Kekokohan ilmu, daya kritis dan nalar mahasiswa ungkapnya harus terus dikembangkan. Nuh menyeru mahasiswa untuk menggelar diskusi-diskusi ilmiah dan jangan pernah sungkan mengundang angota-anggota MPR-RI yang secara langsung berkegiatan terkait itu.

Pembantu Ketua III STIT Ar Raudlatul Hasanah, Abdullah Sani Ritonga menyatakan, kerjasama ini merupakan upaya untuk menyingkronkan kegiatan akademik dan kemasyarakatan mahasiswa. Jika di kelas-kelas, Pancasila dan Kewarganegaraan dibahas oleh dosen, dalam agenda ini praktisi yang terjun langsung memberikan vokasi pada mereka.

“Kita berharap pandangan mahasiswa yang kita sebut mahasantri dapat terbuka mengenai aspek kebangsaan, kenegaraan dan keIndonesiaan sekaligus tanpa melupakan bahwa mereka adalah muslim Indonesia.” ujar Abdullah Sani.

Ketua STIT Ar Raudlatul Hasanah, Dr. KH. Rasyidin, MA menyampaikan, agenda seperti ini penting dilakukan secara kontiniu dalam upaya menjaga yang merupakan kegiatan inti dunia pendidikan.

“Apa yang kita lakukan di pesantren dan STIT ini sebenarnya adalah menjaga. Menjaga generasi bangsa agar dapat menjadi pemimpin sebagaimana para anggota MPR RI yang menjaga pemahaman rakyat tentang Indonesia melalui sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Maka, jagalah Pancasila sebagai ideologi, Undang-Undang sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan,” ujarnya.(m28)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *