Waspada
Waspada » Sofyan Tan : Mahasiswa Harus Mampu Amalkan Pancasila
Medan

Sofyan Tan : Mahasiswa Harus Mampu Amalkan Pancasila

ANGGOTA DPR RI, Sofyan Tan menerima cenderamata dari pimpinan Yayasan AMIK MBP Medan usai sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Mahasiswa harus mampu amalkan Pancasila. Waspada/Ist
ANGGOTA DPR RI, Sofyan Tan menerima cenderamata dari pimpinan Yayasan AMIK MBP Medan usai sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Mahasiswa harus mampu amalkan Pancasila. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Mahasiswa memiliki peran penting mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain memiliki kewajiban belajar, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus benar-benar memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Mahasiswa harus jadi tonggak mempertahan dan mengamalkan Pancasila,” kata Anggota MPR RI Sofyan Tan saat sosialisasi Empat Pilar tentang Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta Ketetapan MPR, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang diikuti mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di AMIK MBP Medan, Sabtu (6/3).

Politisi PDI Perjuangan ini melanjutkan, Pancasila merupakan pondasi kuat menjaga keutuhan NKRI.“ Indonesia itu multi kultur, multi agama. Jadi hanya Pancasila yang bisa mengakomodir perbedaan itu,” sebutnya.

Sofyan mengatakan, jika berbicara tentang berbangsa dan bernegara, maka Pancasila sangat diperlukan. Setelah itu, keberadaan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi juga memiliki peran mempertahankan NKRI dengan tetap menganut azas Bhineka Tunggal Ika.

“Ibarat sebuah bangunan yang saling membutuhkan, dan tidak bisa berdiri sendiri. Pancasila merupakan fondasi yang diperlukan sebagai penopang, kemudian UUD 1945 sebagai dinding. Baru setelah itu kita butuh atap sebagai pelindung, yang jika kita jabarkan itu adalah NKRI dengan Bhineka Tunggal Ikanya. Itulah 4 pilar,” kata Sofyan yang juga dikenal sebagai Tokoh Pembauran.

Sudah Dirasakan

Sofyan memastikan, sila-sila yang ada di Pancasila sudah ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan hasilnya sudah ia rasakan dalam perjalanan politiknya.

“Ketika saya mencalonkan diri sebagai calon wali Kota Medan tahun 2010, suara terbanyak saya ada di kawasan Tuntungan yang mayoritas penduduknya Suku Karo. Kemudian ketika saya maju dalam Pileg 2014, saya justru menang di daerah yang mayoritas non tionghoa. Ini artinya, pengamalan Pancasila sudah berjalan dengan baik,” tegasnya.

Selain dihadiri mahasiswa dan orang tua mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah, sosialiasi 4 pilar juga dihadiri Pembina Yayasan MBP Ambrocius Octavianus Tarigan, Direktur AMIK MBP Sariadin Sialagan dan jajaran, Manajemen politeknik MBP dan jajarannya, serta manajemen Stikom dan jajarannya. (m19)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2