Soal Maaf Banjir, Bobby Dinilai Membuat Standar Baru Kepemimpinan

Soal Maaf Banjir, Bobby Dinilai Membuat Standar Baru Kepemimpinan

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Tokoh masyarakat Sumut Dr RE Nainggolan (foto) menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang meminta maaf kepada warga terkait banjir yang melanda kota Medan. Hal ini dinilai sebagai sebuah standar baru kepemimpinan.

“Saya pikir ini standar baru kepemimpinan di kota ini. Pesannya sangat jelas: Wali Kota maju mengambil tanggung jawab, mengakui ada persoalan yang harus diselesaikan, sekaligus menjelaskan komitmen untuk menyelesaikannya,” ujarnya kepada wartawan di Medan, Kamis (25/11).

Menurut RE yang juga pernah menjadi Sekdaprov Sumut dan Bupati Tapanuli Utara itu, semua tahu banjir kali ini merupakan dampak derasnya hujan yang luar biasa ditambah buruknya drainase dan penataan kota selama ini.

“Tetapi Pak Wali Kota tidak menjadikan itu excuses. Ini menunjukkan maju menjadi pucuk pimpinan kota Medan sudah dengan pemahaman yang sangat baik terkait masalah yang dihadapi kota ini.”

Di sisi lain, diungkapkan tokoh yang masih aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan itu, warga Medan juga telah melihat bagaimana dia sungguh-sungguh luar biasa bekeja setelah menjabat Wali Kota.

“Bobby dan seluruh jajaran Pemko Medan bekerja keras dan juga selalu mengomunikasikan kerja tersebut kepada masyarakat, baik melalui pers maupun media sosial yang sangat interaktif. Saya juga kadang mengecek medsos mereka, dan selalu menemukan dukungan luar biasa dari warga melalui berbagai komentar dan feedback positif,” katanya.

Semua orang, kata RE Nainggolan, dapat melihat parit dan selokan serta sungai telah mulai bersih, penataan jalan dan kebersihan mulai menunjukkan hasil yang baik pula. Bangunan yang selama ini mengganggu aliran air, namun karena satu dan lain hal seperti tak bisa tersentuh, oleh Bobby dibongkar tanpa ampun.

“Tentu saja tidak mungkin sekejap mata dia bisa membuat semua langsung baik dan sempurna. Yang kita hadapi adalah realita permasalahan sebuah kota besar, bukan dunia dongeng Sangkuriang, misalnya,” tambahnya.

Dia optimis, berbagai persoalan menahun di kota Medan Akan bisa terasa teratasi satu per satu. “Sebagaimana diakui sendiri oleh Wali Kota Medan, persoalan besar seperti banjir membutuhkan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Sumut dan Pemerintah Pusat,” katanya.

Ini juga yang selalu disuarakan RE Nainggolan sejak lama, bahwa penanganan masalah di daerah membutuhkan kerja sama dan koordinasi. Jika masing-masing bekerja sendiri, tidak akan pernah ditemukan solusi menyeluruh.(m05)

Teks foto

Tokoh masyarakat Sumut Dr RE Nainggolan. Waspada /ist

  • Bagikan