Waspada
Waspada » Sistem Belajar Daring Perlu Pengawasan Serius
Medan

Sistem Belajar Daring Perlu Pengawasan Serius

MEDAN (Waspada): Pengamat Pendidikan Sumatera Utara, Drs H Hasan Basri MM yang juga mantan Kadis Pendidikan Kota Medan mengajak pemerintah propinsi Sumatera Utara bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Dewan Pendidikan di Sumut, untuk sama menilik bagaimana kesiapan lembaga pendidikan, para orang tua dan siswa dalam pembelajaran daring atau Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (SBJJ) masa pandemi Covid saat ini.

“Perlu pengawasan serius,” kata Hasan Basri, Kamis (18/7).

Kata dia, dalam hal ini ada 3 pihak yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran jarak jauh atau dalam jaringan, itupun ketika jaringan tidak lama, kalau sudah lama akan makin parah.

Kesulitan pertama, sebutnya, pada pengelola sekolah atau madrasah, Bagaimana para kepala sekolah mengawasi proses pembelajaran yang dilakukan antara guru dan siswa? Bagaimana memastikan para guru dan siswa memiliki android dan memiliki paket data? Ini harus diperiksa atau minimal dipetadatakan oleh sekolah dan madrasah.

Untuk mengetahui berapa persen yang mempunyai fasilitas tersebut.

Kesulitan kedua, ujarnya di kalangan para guru apalagi guru yang sudah berumur menjelang 60 an tapi tidak mengikuti perkembangan IT.

Bagaimana mungkin menyiapkan video pembelajaran. Di sini mestinya peran DPRD bersama pemerintah kota mempersiapkan budget untuk subsidi beli paket ke guru atau dana BOS dialokasikan untuk itu.

Kalau laptop mestinya sudah one teacher one laptop.

Kesulitan berikutnya, sambung Hasan Basri, adalah pada posisi orang tua yang sibuk dan gaptek tidak mampu atau tidak sempat mendampingi anaknya padahal guru pertama dan utama itu adalah orangtuanya sementara sekolah atau madrasah pertama dan utama itu juga sebenarnya rumah.

“Nah ini juga mempersulit pembelajaran jarak jauh melalui jaringan. Disini wakil rakyat dan pemerintah mestinya dapat mensosialisasikan learning society itu dan mestinya harga paket data internet itu dimurahkan harganya (disubsidi),” tambahnya.

Dilanjutkannya, tantangan ketiga adalah bagi peserta didik itu sendiri bagaimana mereka sangat disibukkan dengan berbagai tugas melalui berbagai guru dan berbagai mata pelajaran.

Jika guru tidak kreatif dan menyenangkan pastilah “siksaan” bagi peserta didik.

“Sungguhlah pembelajaran tatap muka belum tergantikan dengan pembelajaran jarak jauh sehebat apa pun gurunya secanggih apapun fasilitas dan medianya,”pungkasnya. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2