Waspada
Waspada » Silpa 2019 Karena Efesiensi Anggaran
Medan

Silpa 2019 Karena Efesiensi Anggaran

RAPAT Paripurna nota jawaban Wali Kota Medan tentang Laporan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Medan TA 2019 di paripurna DPRD Kota Medan, Senin (29/6). Besarnya Silpa tahun 2019 karena adanya efesiensi anggaran. Waspada/Yuni Naibaho
RAPAT Paripurna nota jawaban Wali Kota Medan tentang Laporan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Medan TA 2019 di paripurna DPRD Kota Medan, Senin (29/6). Besarnya Silpa tahun 2019 karena adanya efesiensi anggaran. Waspada/Yuni Naibaho

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (Pemko) Medan menegaskan besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran atau Silpa pada tahun 2019 sebesar Rp 506.65 miliar, karena adanya efesiensi anggaran.

Silpa 2019 terjadi selain karena efesiensi anggaran juga dipicu oleh program pekerjaan yang gagal kontrak dan putus kontrak.

Banyak terdapat program pekerjaan yang tidak dilaksanakan hingga akhir tahun 2019.

Hal ini disampaikan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution diwakili Sekda Kota Medan Wirya Al Rahman.

Dia menyampaikan hal itu pada rapat paripurna nota jawaban Wali Kota Medan tentang Laporan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Medan TA 2019 di paripurna DPRD Kota Medan, Senin (29/6).

Penjelasan besarnya Silpa tahun anggaran 2019, menjawab pertanyaan dari beberapa fraksi DPRD Medan pada rapat paripurna sebelumnya, Senin (22/6).

Diketahui sebelumnya Fraksi Hanura, PSI, PPP (HPP) DPRD Kota Medan memberi rapor merah pada Pemko Medan atas penggunaan APBD tahun anggaran 2019, yang memiliki Silpa sangat besar.

Ini membuktikan ketidakmampuan dan buruknya pengelolaan anggaran yang dilakukan Pemko sekligus menunjukkan performa kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak maksimal.

Dijelaskan Wirya, peningkatan atas Silpa 2019 hingga mencapai Rp506,65 miliar memang sangat besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 67,31 miliar.

Gagal Kontrak

Di mana Silpa tersebut terdiri atas Silpa kas umum daerah Rp462,8 miliar, Silpa dana kapitasi (JKN) Rp36,9 miliar, Silpa BLUD Rp514,5 juta dan Silpa dana BOS Rp6,1 miliar.

“Silpa disebabkan program pekerjaan yang gagal kontrak dan putus kontrak serta banyak terdapat program pekerjaan yang tudak dilaksanakan hingga akgir tahun 2019,” katanya.

Lebih lanjut, Wirya juga menjawab pertanyaan dari Fraksi PDI Perjuangan.

Soal imbauan terkait persiapan pelaksanaan Pilkada serantak Walikota dan Wakil Walikota Medan masa bakti 2021-2025 melalui koordinasi dengan pihak KPU dan Bawaslu Kota Medan serta pihak terkait lainnya.

Menurutnya, Pemko Medan sudah mengalokasikan anggaran lebih kurang seratus miliar melalui bantuan hibah kepada lembaga/institusi yang menangani Pilkada tahun ini.

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Pilkada, Pemko sudah alokasikan anggaran lebih kurang Rp100 miliar.

“Bantuan ini berbentuk hibah kepada KPU, Bawaslu, Polrestabes, Polres Belawan, Kodim 0201/BS,” pungkasnya.  (h01)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2