Silaturahim Pengurus MUI Sumut Sederhana Penuh Khidmat

Silaturahim Pengurus MUI Sumut Sederhana Penuh Khidmat

  • Bagikan
KEGIATAN silaturahmi di MUI Sumut diwarnai ceramah oleh Waketum MUI, Dr H Arso, SH MAg. Waspada/Anum Saskia
KEGIATAN silaturahmi di MUI Sumut diwarnai ceramah oleh Waketum MUI, Dr H Arso, SH MAg. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Ketua Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara, Dr H Maratua Simajuntak, menyampaikan ucapan terimakasih kepada pengurus yang hadir dalam kegiatan silaturahmi. Silaturahmi dilakukan sebagai upaya mempertahankan nilai-nilai kefitrahan menuju quwwatul ummah.

Kegiatan berlangsung, Rabu (26/5) di Aula MUI Sumut, Jl Sutomo Ujung. Tampak hadir Wakil Ketua Umum Dr H Arso, SH MAg, Sekretaris Prof Asmuni, Ketua Dewan Pertimbangan MUISU, Prof Abdullah Syah, MA dan pengurus  lainnya.

Lebih lanjut Dr Maratua Simajuntak memaparkan, dalam suasana pandemi Covid seperti saat ini, umat Islam perlu memperlihatkan dan mengutamakan kebersamaan.

Hal itu sangat perlu dilakukan, terutama memberi dukungan terhadap mereka yang sedang menghadapi musibah.

Musibah dalam keadaan sakit (positif covid), maka sangat perlu memberi semangat.

Perhatian dengan mengirimkan makanan dan menyampaikan doa kepada Allah SWT, agar penderita positif covid segera sembuh.

Selain itu, perlu perhatian terhadap musibah yang melanda masyarakat dunia (Palestina).

Persatuan dan kesatuan umat Islam dalam membantu Palestina dengan mengumpulkan donasi terlihat sangat bagus.

Pengumpulan donasi dari perorangan maupun kelompok yang nilainya sangat fantastis, seperti dikumpulkan Ustad Adi Hidayat mencapai Rp 30 milyar lebih.

Bahkan dari pengurus MUI Sumut mencapai Rp 20 juta lebih dan sudah dikumpulkan ke MUI Pusat.

“Ini artinya dengan persatuan umat Islam akan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi ummat,” kata Maratua Simajuntak.

Pertahankan Kefitrahan

Sebelumnya, penceramah Dr H Arso, SH.MAg, memaparkan tentang mempertahankan kefitrahan adalah sebuah keniscayaan.

Jangan dirusak dan siap menuju strategi program kegiatan baru ke depan yang lebih baik.

Sebagaimana Firman Allah SWT, artinya: “Dan Janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali”. (An Nahl 92).

Selanjutnya, maka apabila kamu telah selesai mengerjakan sesuatu tugas, maka bersiaplah untuk mengenakan tugas Iain selanjutnya. Dan hanya kepada Tuhanmu (AlIah) hendaknya kamu berharap. (AIlnsyirah, ayat 7-8).

Dia juga mengingatkan, setelah melaksanakan puasa bulan Ramadhan, hendaklah mengingatkan diri bahwa puasa mendidik kesucian, dengan mengharapkan ampunan Allah SWT, maka akan kembali kepada aslinya (murni) dalam keadaan fithrah suci. (m22)

 

  • Bagikan