Sering Juara, Nurjannah Adilla Tetap Giat Berlatih

  • Bagikan
QARIAH Golongan Remaja atas nama Nurjannah Adilla saat di mimbar tilawah. Nurjannah Adilla sering juara tetap giat berlatih. Waspada/ist
QARIAH Golongan Remaja atas nama Nurjannah Adilla saat di mimbar tilawah. Nurjannah Adilla sering juara tetap giat berlatih. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Pelaksanaan Musyabaqah Tilawatil Quran(MTQ) Kota Medan ke-54 tahun 2021 ini, berbeda dari tahun lalu. Ditandai saat pembukaan tidak ada dilaksanakan pawai taaruf dan tidak ada ajang pameran.

Hal ini membuat peserta MTQ merasa ada yang kurang dari penyelenggaraan MTQ tahun ini yakni kurang meriah.

Meski begitu, peserta MTQ harus siap tampil, meskipun saat di mimbar tilawah tidak banyak pengunjung yang menyaksikan. Namun begitu, semangat lomba mereka dapatkan dari para pelatih tempat mereka belajar menuju MTQ Kota Medan setelah juara tingkat kecamatan.

Seorang peserta MTQ Golongan Tilawah Remaja, atas nama Nurjannah Adilla, mengakui kondisi ini turut memberi dampak atas berlangsungnya MTQ.

“Beda dari tahun sebelumnya. Saat MTQ, teman sekolah dan tetangga hadir memberikan dukungan tapi sekarang tidak lagi. Maka, saya dan teman-teman yang berasal dari tempat pelatihan yang sama yakni Bapqah-Sika Sumut, merasa beruntung karena mendapat dampingan dari pembimbing tilawah dari Bapqah-Sika,” kata Nurjannah Adilla.

Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah yang pernah  Juara II MTQ Internasional di Brunai Darussalam, mengakui bahwa dalam membaca Alquran ini perlu berlatih terus menerus.

“Walaupun saya pernah juara hingga tingkat Internasional, namun kemampuan terus diasah,”ucapnya usai lomba di Asrama Haji Medan.

Nurjannah Adilla,menambahkan dalam mempersiapkan diri ikut MTQ Kota Medan kali ini, dia berlatih sangat serius selama 4 bulan agar fokus untuk ikut Lomba Tilawah Remaja dengan membacakan Surah Al Israk ayat 41.

“Usai lomba sayapun tetap giat membaca Alquran dengan niat berlatih dan berlatih. Selanjutnya berdoa agar jadi pemenang. Usaha sudah, lombanya sudah terpulang keputusan Allah agar terpilih,”ungkap puteri pasangan Khadijah dan Yusrizal Pilihan ini.

Dilatih 4 Bulan

Sebelumnya, Ketua Umum Badan Pembinaan Qari-Qariah, Hafiz-Hafizah dan Seni Kaligrafi Alquran (Bapqah Sika),H. Lagut Sutan Pulungan menyebutkan, semua peserta didik yang berlatih dan belajar di Bapkah-Sika mendapatkan pembinaan selama 4 bulan.

“Mereka dilatih secara bertahab dan tetap ikut protokol kesehatan. Setelah dilatih, setiap minggu diadakan kegiatan semi MTQ. Gunanya, agar mereka siap dengan situasi saat perlombaan. Termasuk situasi saat ini di mana saat lomba hanya dilihat beberapa orang saja atau pengunjung yang minim,” katanya.

Jadi, selain berlatih membaca Alquran saat pembinaan itu mereka juga dilatih mental dan penyesuaian waktu dalam membaca yang dibatasi 5 sampai 7 menit.

H Lagut Pulungan menyebutkan sebelum peserta masuk ke arena lomba tetap diingatkan untuk tetap melatih bacaan dan memperhatikan waktu. (m22)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *