Waspada
Waspada » Sempat Viral, Berkas Kasus Penebangan Hutan Di Langkat Dikirim Ke JPU
Medan

Sempat Viral, Berkas Kasus Penebangan Hutan Di Langkat Dikirim Ke JPU

Kasubbid Penmas Poldasu AKBP MP Nainggolan. Waspada/ist
Kasubbid Penmas Poldasu AKBP MP Nainggolan. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Dit Reskrimsus Polda Sumut telah melimpahkan berkas perkara dugaan penebangan hutan secara liar (ilegal) di kawasan TNGL Bukit Lawang, Kabupaten Langkat ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Nantinya Pengadilan Tinggi Negeri akan melakukan sidang, apabila berkas dinyatakan lengkap.

“Untuk kasus itu, berkasnya sudah dikirim ke jaksa pengadilan umum,” ujar Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan dikonfirmasi, Senin (8/3).
Nainggolan mengatakan, saat ini Polda Sumut masih menunggu konfirmasi kelengkapan berkas dari Kejaksaan. “Tinggal menunggu P-21,” ujarnya, belum menjelaskan siapa tersangka yang telah ditangkap dalam kasus penebangan liar di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) itu.
Sementara itu, Dinas Kehutanan Provsu bersama dengan Polda Sumut, pekan depan akan melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP) lokasi penebangan kayu yang sempat viral, dimana kayu-kayu hasil tebangan itu dihanyutkan di lokasi pemandian Bukit Lawang, Kabupaten Langkat.
“Senin depan tim Polda dan KPH ke lokasi untuk melakukan cek TKP,” sebut Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Hukum Dinas Kehutanan Zai kepada wartawan.
Dia mengatakan, untuk luas lahan yang pohonnya ditebang mencapai kurang lebih 0,5 hektare. Namun, Zai belum dapat memastikan, apakah lahan tersebut milik masyarakat atau terjadinya penebangan ilegal pada kawasan Hutan Produk Terbatas (HTP) tersebut.
“Kurang lebih 0,5 hektare, namun kita belum dapat menyimpulkan, apakah itu milik warga atau bagaimana,” kata dia.
Menurutnya, saat ini di lokasi tersebut sudah dipasang garis polisi. “Artinya tidak boleh ada aktivitas apapun yang dilakukan selama olah TKP dilakukan,” ujarnya.(m10)
“Untuk kasus itu, berkasnya sudah dikirim ke jaksa pengadilan umum,” ujar Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan dikonfirmasi, Senin (8/3).
Nainggolan mengatakan, saat ini Polda Sumut masih menunggu konfirmasi kelengkapan berkas dari Kejaksaan. “Tinggal menunggu P-21,” ujarnya, belum menjelaskan siapa tersangka yang telah ditangkap dalam kasus penebangan liar di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) itu.
Sementara itu, Dinas Kehutanan Provsu bersama dengan Polda Sumut, pekan depan akan melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP) lokasi penebangan kayu yang sempat viral, dimana kayu-kayu hasil tebangan itu dihanyutkan di lokasi pemandian Bukit Lawang, Kabupaten Langkat.
“Senin depan tim Polda dan KPH ke lokasi untuk melakukan cek TKP,” sebut Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Hukum Dinas Kehutanan Zai kepada wartawan.
Dia mengatakan, untuk luas lahan yang pohonnya ditebang mencapai kurang lebih 0,5 hektare. Namun, Zai belum dapat memastikan, apakah lahan tersebut milik masyarakat atau terjadinya penebangan ilegal pada kawasan Hutan Produk Terbatas (HTP) tersebut.
“Kurang lebih 0,5 hektare, namun kita belum dapat menyimpulkan, apakah itu milik warga atau bagaimana,” kata dia.
Menurutnya, saat ini di lokasi tersebut sudah dipasang garis polisi. “Artinya tidak boleh ada aktivitas apapun yang dilakukan selama olah TKP dilakukan,” ujarnya.(m10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2