Waspada
Waspada » Seluruh Anggota Fraksi PKS DPRD Sumut Negatif Narkoba
Medan

Seluruh Anggota Fraksi PKS DPRD Sumut Negatif Narkoba

PENASIHAT fraksi, ketua, wakil dan sekretaris fraksi PKS DPRD Sumut berfoto dengan Rizka Juwita (lima kiri) selaku penanggungjawab tes urine dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut, usai membacakan hasil tes urine, di ruang dewan, Selasa (16/3). Seluruh anggota Fraksi PKS DPRD Sumut negatif narkoba. Waspad/Partono Budy
PENASIHAT fraksi, ketua, wakil dan sekretaris fraksi PKS DPRD Sumut berfoto dengan Rizka Juwita (lima kiri) selaku penanggungjawab tes urine dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut, usai membacakan hasil tes urine, di ruang dewan, Selasa (16/3). Seluruh anggota Fraksi PKS DPRD Sumut negatif narkoba. Waspad/Partono Budy

MEDAN  (Waspada): Seluruh anggota fraksi, staf dan tenaga ahli di Fraksi Partai Keadilan dan Sejahtera (PKS) DPRD Sumut dinyatakan negatif narkoba setelah menjalani tes urine di ruang fraksi, Selasa (16/3).

“8 anggota fraksi, 6 anggota tim ahli dan staf yang seluruhnya berjumlah 28 orang hasil urinenya negatif,” kata Rizka Juwita selaku penanggungjawab tes urine dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut, saat membacakan hasil tes urine.
Hadir di sana dua penasihat fraksi Harianto, Misno Adi Syah Putra yang juga wakil ketua DPRD Sumut, Ketua Fraksi JUMADI, Wakil Ketua Hendro Susanto, Sekretaris Ahmad Hadian, anggota fraksi Abdul Rahim Siregar dan Hanafi.
Terkait pemeriksaan tes urine, Juwita menyampaikan aspirasi yang tinggi atas insiatif fraksi PKS yang menjalani pemeriksaan, dan semoga langkah ini diikuti fraksi lainnya di DPRD Sumut.
Pemeriksaan ini sejalan dengan komitmen tegas Kepala BNN Sumut Atrial untuk memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya. “Juga sejalan dengan instruksi presiden No 2/2020 tentang rencana aksi naional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika 2020-2024,” katanya.
Senada, penasihat Fraksi Misno Adi Syah Putra berharap tes urine ini bisa diikuti fraksi lain, dan menyebutkan, narkoba tidak hanya menyasar ke kota, tetapi juga sudah menyebar hingga ke RT/RW, sehingga harus diantisipasi.

Dirahasiakan

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Fraksi Jumadi menyebutkan, hendaknya langkah ini tidak hanya diikuti para anggota dewan, tetapi juga sampai ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprovsu.
“Selain itu, kita minta dalam pemberantasan narkoba, pelapor hendaknya dapat dirahasiakan laporannya, jangan pula mereka dilaporkan oknum tertentu sehingga statusnya menjadi tersangka,” katanya.
Adapun anggota Fraksi Abdul Rahim Siregar menyebutkan,  tes urine yang dilakukan fraksinya merupakan tindaklanjut dari  Perda No 1 Tahun 2019 tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainya.
“Kemudian kita berharap agar BNN tegas untuk menindak siapa saja yang terlibat, tak peduli apakah mereka petugas. Jadi jangan hanya pengedar saja yang ditindak, tetapi kalau bisa bandar-bandar besar harus diberantas,” ujar Rahim. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2