Sekolah Siapkan Sistem Luring

Sekolah Siapkan Sistem Luring

  • Bagikan
BELAJAR. Siswa yang tidak punya Android sekolah siapkan sistem luring. Ilustrasi
BELAJAR. Siswa yang tidak punya Android sekolah siapkan sistem luring. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Siswa SD dan SMP di Kota Medan yang tidak punya Android untuk belajar secara daring di masa pandemi Covid-19, sekolah siapkan sistem luring (luar jaringan), yang dapat dipadankan juga dengan istilah bahasa Inggrisnya, yakni offline.

Hal ini diakui beberapa kepala sekolah saat dihubungi,Senin(27/7). Kepala SMPN 7 Medan, Irnawati MM menyebutkan, hanya ada dua orang siswa yang melaporkan diri tidak memiliki HP Android.

Sehingga, pihak sekolah membuka peluang siapkan belajar sistem luring. “Guru tetap menerima siswa yang harus belajar secara luring,” kata Irnawati.

Dia sembari menyebutkan siswa yang didaftarkan luring ada di kelas 8 dan kelas 9.

Hal senada disampaikan Kepala SMPN 1 Medan, Hj Lisnawati Susman. Kata dia, ada 8 siswa di sekolah itu yang mengikuti sistem belajar luring.

“Sudah kita laksanakan kegiatan luring untuk siswa dan kehadiran mereka tetap ikut prosedur protokol kesehatan,”ungkapnya.

Terpisah, Kepala SMPN 3 Medan, Hj Nurhalimah Sibuea MPd menyebutkan, siswa yang tidak bisa belajar secara daring, bisa ikut belajar secara luring.

“Guru sangat responsip terhadap sistem belajar ini dan tetap hadir sesuai jam mengajar.

Sehingga sistem luring di mana siswa datang ke sekolah untuk mengambil bahan pelajaran kesekolah berlangsung efektif.

Guru Harus Hadir

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Adlan MPd, menyebutkan, pihaknya sudah mengimbau kepada guru agar tetap hadir di sekolah sesuai dengan mata pelajaran.

“Jadi tidak ada guru libur. Terlebih untuk memberi materi sistem daring, mereka harus melaksanakan dari sekolah,”ujarnya.

Dia juga mengemukakan, hingga saat ini proses pembelajaran masih dilakukan dengan jarak jauh (daring) sesuai aturan dari Menteri Pendidikan untuk daerah menurut protokol kesehatan yang masuk zona merah.

Dalam pembelajaran ini, daring ini memang tidak sama efektifnya dengan tatap muka.

Karenanya ketika proses pembelajaran, orangtua juga bertindak sebagai guru untuk mendampingi anak. Dengan menjadi rumah sebagai sekolah.

Dia menambahkan, ditengah kondisi saat ini, proses pendidikan tetap berjalan seperti biasa tanpa ada perubahan kurikulum.

“Perubahan kurikulum, tidak.Tetap mengacu pada kurikulum yang dari kementerian,” ujar Adlan. (m22)

  • Bagikan