Waspada
Waspada » Sekolah Diminta Proaktif Pantau Dampak Siswa Belajar Di Rumah
Medan

Sekolah Diminta Proaktif Pantau Dampak Siswa Belajar Di Rumah

DIREKTUR Eksekutif Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Sumut, Keumala Dewi. Sekolah diminta proaktif pantau dampak siswa belajar di rumah. Waspada/Ist
DIREKTUR Eksekutif Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Sumut, Keumala Dewi. Sekolah diminta proaktif pantau dampak siswa belajar di rumah. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Sejalan dengan kebijakan Menteri Pendidikan agar siswa belajar di rumah, terkait kondisi pandemi Covid-19, pihak sekolah diminta proaktif pantau dampak siswa belajar di rumah.

“Sekolah dan guru diminta jalin komunikasi proaktif dengan orangtua murid untuk pantau dampak siswa belajar jarak jauh di rumah,” kata Direktur Eksekutif Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Sumut, Keumala Dewi (foto), Rabu (29/4).

Menurut dia, seharusnya dalam proses pembelajaran jarak jauh, siswa haruslah tetap berada dalam situasi yang kondusif, yang memampukan mereka menyerap ilmu dan pembelajaran yang diberikan.

Maka, sangat diperlukan, sekolah dan guru, menjalin komunikasi proaktif dengan orang tua murid  untuk memantau efek atau dampak dari pembelajaran jarak jauh yang dirasakan oleh murid  lalu menyesuaikan dengan kemampuan mereka.

Hal lain, kata Dewi, sarana dan prasarana yang dimiliki siswa juga berperan penting dalam proses ini.

Bukan hanya persoalan akses terhadap kuota internet atau ketiadaan android.

Pihak sekolah juga perlu tahu kondisi anak saat belajar di rumah.

Misalkan mengetahui apakah anak mendapat asupan gizi dan pendampingan yang memadai dari orang tua ketika mengerjakan tugas online dari guru.

PKPA juga menemukan adanya rasa tertekan dalam diri anak akibat tugas di rumah diberikan oleh guru saat ini.

“Jadi dalam hal ini, ada aspek yang harusnya punya peranan penting dalam proses pembelajaran jarak jauh ini.

Yakni teaching skill yang di kembangkan oleh orangtua, berdasarkan komunikasi proaktif orangtua dengan

guru,”katanya.

KPAI

Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia(KPAI) mencatat ada 246 pengaduan dari siswa terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat pandemi Corona.

Terbanyak yakni soal keluhan tugas yang menumpuk dengan waktu pengumpulan yang dekat.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta guru tidak memberiakan beban tugas kepada siswa di luar batas kemampuannya.

“Guru tidak boleh lagi memberi tugas dan beban yang melelahkan kepada siswa di luar batas kemampuannya,” kata Plt Dirjen PAUD-Pendidikan Tinggi Pendidikan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad. (m37)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2