Waspada
Waspada » Sebelum Ditembak OTK, Ridho Aktif Menolak Lokasi Judi
Medan

Sebelum Ditembak OTK, Ridho Aktif Menolak Lokasi Judi

Almarhum Muhammad Ridho Gufa (baju gamis putih)  bersama sejumlah warga saat mendatangi dan menggerebek lokasi judi tembak ikan dan okup di Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan beberapa hari sebelum ditembak. Waspada/Ist
Almarhum Muhammad Ridho Gufa (baju gamis putih)  bersama sejumlah warga saat mendatangi dan menggerebek lokasi judi tembak ikan dan okup di Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan beberapa hari sebelum ditembak. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Beberapa hari sebelum ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) di simpang SPBU Martubung Jl. KL Yos Sudarso Km 13 Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan, almarhum Muhammad Ridho Gufa ,37, kerap menolak keberadaan lokasi judi di Simpang Gang Darmin Lingkungan 8 Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan.

Bahkan, almarhum bersama warga sekitar berkali-kali menggerebek lokasi judi dingdong dan judi tembak ikan serta lokasi yang diduga berbau maksiat.

“Almarhum memang sangat getol menentang adanya lokasi judi di kampung ini,” ujar Rawi , 42, abang kandung almarhum kepada Waspada, Senin (29/3).

Dijelaskan Rawi, adik kandungnya bersama para anggota remaja masjid dan warga sekitarnya sudah berkali-kali mengobrak-abrik lokasi perjudian dan menghancurkan mesin-mesin judi sehingga membuat sejumlah oknum yang membuka bisnis ilegal tersebut resah.

“Karena adik saya aktif memberantas judi jadi banyak oknum yang merasa resah karena bisnis judinya di kawasan ini,” terang Rawi.

Rawi menyebutkan, pihak keluarga telah menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

“Keluarga berharap agar pelaku bisa ditangkap secepatnya sehingga kasus ini bisa terungkap dan segera diketahui apa motif pembunuhan tersebut,” ujar Rawi.

Diceritakan Rawi, sesuai investigasi di lokasi kejadian, pelaku dua orang mengendarai sepedamotor  mendekati korban dari belakang.

“Setelah berada di dekat korban, eksekutor yang dibonceng langsung menembak belakang kepala sehingga pelurunya  menembus ke kening,” sebut Rawi.

Kelilingi Jasad Korban

Sesuai rekaman kamera CCTV, tambah Rawi, setelah menembak adiknya, kedua pelaku tidak langsung pergi namun mengelilingi jasad korban dengan mengendarai sepedamotor yang diduga untuk memastikan apakah korban sudah meninggal atau belum.

Setelah dipastikan korban benar-benar sudah tewas, kedua pelaku langsung kabur dan melarikan diri ke arah Medan.

Rawi berharap agar pihak kepolisian bekerja cepat agar para pelaku yang terlibat dalam kasus penembakan tersebut segera ditangkap.

Selain itu, tambah Rawi, almarhum Ridho semasih mudanya memang pernah ikut balap liar namun setelah berumahtangga almarhum tidak pernah lagi aktif di lokasi balap liar.

“Malam itu, adik saya diajak temannya untuk melihat kondisi sepedamotor yang akan ikutan balap liar dan sempat ditolaknya,” cerita Rawi.

Namun, tambah Rawi, karena terus dipaksa oleh temannya, akhirnya adik saya dibonceng ke lokasi balap liar.

“Sesampainya di lokasi balap liar, adik saya memeriksa kondisi sepedamotor yang akan digunakan untuk balap liar. Saat adik saya berdiri di samping sepedamotor sembari, eksekutor yang memakai topi dan masker mendekati korban dari belakang dan langsung menembak korban hingga tewas,” tutur Rawi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang pria tewas ditembak oleh orang tak dikenal di lokasi balap liar Jl. KL Yos Sudarso Km 13 depan SPBU Martubung Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (28/3) sekira pukul 00:00.

Korban tewas Muhammad Ridho Gufa ,37, warga Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan, terkena tembakan di belakang kepala belakang hingga tembus ke keningnya . Ridho sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Delima namun nyawanya tak tertolong dan selanjutnya jasad Ridho dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Dari lokasi penembakan, petugas Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan sudah memintai keterangan 5 orang saksi.

Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian dan keterangan sejumlah saksi, sebelum terjadi aksi penembakan, korban terlihat sedang melakukan balap liar di kawasan Jl. KL Yos Sudarso Martubung bersama sejumlah teman-temannya. Tiba-tiba terdengar 2 kali suara tembakan dari arah belakang dan korban langsung terjatuh di tengah jalan.

“Begitu korban tewas ditembak dan terjatuh dari sepedamotornya, teman-teman korban langsung membawanya ke Rumah Sakit Delima yang jaraknya tidak jauh dari lokasi kejadian. Malang, nyawa korban tak tertolong lagi,” ujar Herman, warga di sekitar lokasi kejadian.

Dijelaskan Herman, setelah kejadian itu, tak berapa lama kemudian sejumlah personil Reskrim Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan segera melakukan olah TKP dan memintai sedikitnya 5 saksi yang diduga sebagai teman korban.

Lima saksi yang sudah dimintai keterangannya masing-masing bernama Muhsinin alias Ivan ,33,  Aditya Prayoga ,20, Mahatir Alvin ,24,  Sugeng ,35,  dan Aldo Lazio ,20,.

Selain memeriksa sejumlah saksi, personil Reskrim Polres Pelabuhan Belawan mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor yamaha RX King warna hitam tanpa nomor polisi, 1 unit sepeda motor Kawasaki Ninja 150 warna hitam dan 2 selongsong peluru.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP I Kadek Hery Cahyadi yang dikonfirmasi kasus pembunuhan tersebut belum memberikan penjelasannya, konfirmasi via WhatsApp juga belum dijawab.(m27)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2