Waspada
Waspada » SDS IT Siti Hajar Gelar Pelatihan Eco Enzyme
Medan

SDS IT Siti Hajar Gelar Pelatihan Eco Enzyme

SEJUMLAH guru SDS IT Siti Hajar Medan gelar Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme bersama Penggiat Lingkungan paris Sembiring di SDS IT Siti Hajar Medan. Waspada/Ist
SEJUMLAH guru SDS IT Siti Hajar Medan gelar Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme bersama Penggiat Lingkungan paris Sembiring di SDS IT Siti Hajar Medan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): SD Swasta Islam Terpadu (SDS IT) Siti Hajar Medan gelar pelatihan pembuatan eco enzyme di gedung sekolah itu, Jl Jamin Ginting Simpang Selayang Medan, pekan lalu.

Acara ini dipandu penggiat Lingkungan Paris Sembiring, yang juga peraih penghargaan Kalpataru 2003 Kategori Pembina Lingkungan.

Dalam sambutannya, Kepala SDS IT Siti Hajar Medan Rahmad Martuah, S Sn, M Pd didampingi Koordinator Adiwiyata Lestari Dewi, SP mengapresiasi gelar pelatihan eco ezyme ini yang disampaikan Paris Sembiring, sosok yang konsisten melakukan upaya-upaya impresif dalam menyelamatkan lingkungan.

Rahmad berharap kelak ilmu yang dipelajari oleh segenap guru SDS IT Siti Hajar pada kegiatan ini akan dapat bermanfaat, bukan hanya buat warga sekolah, tapi juga untuk masyarakat luas, sehingga terwujud sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Paris Sembiring menjelaskan, eco enzyme diperolah dari hasil olahan fermentasi limbah dapur organik, seperti kulit buah dan sayuran ditambah air dan molase (yaitu campuran gula merah, gula putih dan air.

“Hasil fermentasi ini memiliki banyak manfaat dan membantu menghemat biaya karena dapat digunakan seperti pupuk, pestisida, insektisida, pembersih rumah tangga, bahkan antiseptik,” ujar Paris.

Dipotong Kecil

Untuk menghasilkan eco enzyme, kata Paris, limbah organik berupa kulit buah dan sayuran dicuci bersih, kemudian dipotong kecil dan dicampur dengan molase  atau boleh diganti dengan gula merah serta ditambah air, dengan perbandingan 3 : 1 : 10.

“Campuran ini disimpan selama 3 bulan dalam wadah tertutup dan dibuka secara berkala untuk mengeluarkan gas hasil fermentasinya,” tambahnya.

Menurut Paris, sampah akan mengeluarkan gas metana yang menjebak panas lebih banyak daripada gas karbondioksida, sehingga memperburuk pemanasan global.

“Proses pembuatan eco enzyme akan menghasilkan gas ozon yang dapat mengurangi karbondioksida, sehingga akan mengurangi efek pemanasan global,” sebutnya.

Menurutnya, jika limbah dapur setiap rumah diolah menjadi eco enzyme, maka gas metana dan polusi lain yang dihasilkan akan dapat berkurang secara signifikan, dan pada akhirnya dapat dihentikan.

“Pemanasan global juga dapat diatasi, dan dapat membantu memperbaiki iklim,” pungkasnya. (cas)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2