MEDAN (Waspada): Pengurus Satupena Sumatra Utara menyerahkan sejumlah buku sastra ke perpustakaan SMA Negeri 1 Medan, 12 Agustus 2024 lalu.
Buku sastra dan pembelajarannya sebagai menyambut Sastra Masuk Kurikulum yang dicanangkan Mendikbud RI awal Mei 2024. Selama ini pelajaran sastra ditumpangkan ke mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Kebijakan baru untuk memisahkan antara pelajaran bahasa dengan sastra membangun nilai positif dan menggembirakan.
Oleh karena itu, para guru mendapat peluang dan bebas memilih untuk mengangkat sastra ke dunia sekolah. Ibarat anak kembar agar lebih memiliki kebebasan dan kemandirian akademis.
Wajar kedua mata pelajaran itu dipisah. Kebijakan pemisahan sastra dan bahasa, kini berlanjut dengan kebijakan penghapusan jurusan IPA dan IPS di SMA.
Hal ini mengandung nilai positif, yakni tidak ada jurusan favorit sekaligus menghilangkan sikap superior pada jurusan tertentu.
Ketua Satupena Sumut Dr.Shafwan Hadi Umry melajuntkan, program dan kegiatan yang mengajak petugas pustaka sekolah menjadi anggota Satupena dan bekerjasana dalam memajukan kegiatan literasi sebagai teras mencerdaskan dan menyenangkan.
Acara penyerahan buku kepada perpustakaan SMA Negeri 1 Medan diterima Kasek Dra.Elfi Sahara, MSi yang diwakili Wakasek dan pengelola Perpustakaan.
Kegiatan safari Satupena Sumut ke berbagai SMA akan dilanjutkan ke berbagai SMA di Sumatra Utara. Demikian informasi Dr.Shafwan Hadi Umry selaku Ketua Umum Satupena, yang juga guru Bahasa Indonesia SMA 1 Medan(1982-1993). (cpb)