Satgas Diminta Komunikatif Ajak Masyarakat Patuhi PPKM Darurat

Satgas Diminta Komunikatif Ajak Masyarakat Patuhi PPKM Darurat

  • Bagikan
ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Medan, Afif Abdillah. Waspada/Ist
ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Medan, Afif Abdillah. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Satuan Petugas (Satgas) covid 19 diminta untuk lebih komunikatif dan humanis kepada masyarakat dalam mensosialisasikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Pasalnya PPKM Darurat ini masalah yang sensitif baik bagi pemerintah maupun bagi masyarakat.

“Sensitif bagi pemerintah untuk menekan penyebaran covid 19 dan melindungi warga, sensitif juga bagi masyarakat karena mereka merasa mata pencaharian mereka sehari-hari bisa terancam,” ujar Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, , Rabu (14/7).

Dikatakan Ketua Fraksi NasDem ini, untuk setiap aturan seperti PPKM darurat biasanya ada masa sosialisasinya selama tiga hari. Dalam masa sosialisasi aturan ini diimbau ke pada masyarakat untuk mematuhi aturan yang ada, setelah masa sosialisasi baru ada sanksi yang bisa diterapkan.

“Jadi masa awal ini kita harap satgas lebih komunikatif mengenai aturan PPKM Darurat ini, kenapa dibuat, bagaimana penerapan, dan apa sanksi nya,” kata Afif.

Menurutnya, dengan kebijakan Pemko Medan memberi bentuk bantuan sosial (Banso) yang akan diberikan kepada masyarakat, kemungkinan masyarakat akan lebih mau mengikuti karena merasa bahwa mereka tetap bisa menyambung hidup dengan bantuan sosial tersebut selama PPKM Darurat ini.

“Semua hal ini dilakukan pemerintah untuk menjaga keselamatan seluruh masyarakat kita, tetapi peran serta masyarakatlah yang paling penting dalam penekanan penyebaran covid 19 ini. Kita berharap PPKM Darurat ini bisa efektif, dan wabah covid 19 ini bisa terkendali. Sehingga kehidupan sehari-hari kita bisa berjalan baik seperti sebelum PPKM Darurat ini di berlakukan,” kata Afif.

Menekan Laju Kasus

Senada dikatakan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PKS, Rudiawan Sitorus. Menurutnya, tujuan PPKM adalah menekan laju kasus Covid 19.Karenanya yang menjadi fokus adalah menertibkan kerumunan dengan humanis dan berprikemanusiaan bukan membubarkan para pedagang.

“Seharusnya para petugasnya PPKM mensosialisasikan ke masyarakat dan para pedagang untuk mengikuti prokes bukan sekedar menghakimi dengan semena-mena,” katanya.

Dikatakan Anggota Komisi III DPRD ini, para pedagang dan pengusaha punya sumbangsih besar bergeraknya ekonomi di Kota Medan. Jangan sampai hilang harapan para pedang kecil dan pengusaha Bu hingga terjadi gejolak sosial di masyarakat.

Semua harus disikapi dengan bijak dan berhati dingin ada masyarakat kota Medan.

“Jadi kita sarankan lebih melakukan pendekatan yang persuasif. Setelah selesai masa sosialisasi maka sanksi sudah bisa diberlakukan,” tuturnya. (h01)

  • Bagikan