Waspada
Waspada » Satgas Covid-19 Imbau Penjual Dan Pengunjung Di Kesawan Patuh Prokes
Medan

Satgas Covid-19 Imbau Penjual Dan Pengunjung Di Kesawan Patuh Prokes

SITUASI Kawasan Kesawan sebelum ditata oleh Pemko Medan. Satuan Tugas (satgas) Covid-19 Kota Medan imbau penjual dan pengunjung dan siapapun yang beraktivitas di kawasan Kesawan harus patuhi prokes. Waspada/Ist
SITUASI Kawasan Kesawan sebelum ditata oleh Pemko Medan. Satuan Tugas (satgas) Covid-19 Kota Medan imbau penjual dan pengunjung dan siapapun yang beraktivitas di kawasan Kesawan harus patuhi prokes. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Satuan Tugas (satgas) penanganan covid-19 kota Medan menegaskan penjual dan pengunjung dan siapapun yang beraktivitas di kawasan Kesawan harus menjalankan prokes yang ketat sesuai aturan.

Apalagi sebentar lagi lokasi itu akan dilaksanakan program Walikota Medan, Bobby Nasution yang diberi nama The Kichen Of Asia. Akan ramai kuliner dari berbagai etnis dan kuliner khas kota Medan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 kota Medan, Mardohar Tambunan pada Sabtu (27/3) mengatakan program Pemko Medan yang akan mencanangkan kawasan Kesawan menjadi Kesawan City Walk dan Medan The Kitchen Of Asia ini dilaksanakan karena sudah melalui berbagai kajian yang melibatkan berbagai unsur. Sehingga katanya program ini patut didukung.

“Yang dicanangkan pak Walikota Medan ini hal yang bagus dan ini juga sudah penuh dengan kajian. Ini sudah dibahas dan sudah ditentukan untuk dilaksanakan. Kajiannya pun sudah mengarah ke ketentuan prokes,” katanya.

Memang dikatakannya seolah-olah kegiatan yang nantinya diiisi oleh 68 UMKM itu seperti mengumpulkan orang namun justru katanga dikegiatan itu dapat menilai prilaku masyarakat terhadap covid-19.

“Di sana nantinya walaupun ada kegiatan jual beli artinya ada penjual ada pembeli tetapi prokes nya sangat ketat. Apalagi katanya program yang juga bertujuan menggairahkan UMKM ini nantinya akan dapat merubah prilaku anak muda atau kaum milenial di Pandemi ini,” ucapnya.

Diseleksi Ketat

Ia juga mengatakan yang berjualan di sana itupun diseleksi ketat mulai apa jenis jualan nya, bagaimana bentuk kegiatan dan izinnya. Waktunya juga nanti ditetukan berapa lama boleh berjualan.

Selain itu hal-hal lain yang juga diatur yakni bagaimana penduduk setempat, bagaimana tentang keramaian, tempatnya, ini sudah dikaji dan semua pihak berkompeten katanya sudah melakukan kajian.

“Kita juga dilibatkan dalam melakukan kajian, salah satunya saya ada disitu, himbauan kita, jika kita nanti ada di situ ikut berperan serta kita harus patuh dan ikuti ketentuan yang ada. Jadi disana sudah diatur mulai masuk, duduk, makan hingga meninggalkan lokasi sudah diatur,” katanya sembari menegaskan pada program ini juga kita merubah perilaku terutama kaum millenial.

“ini saatnya kita merubah perilaku terutama milineal. Kita mau menunjukkan hidup modern jangan ketinggalan jadi itu harus kita ikutin ketentuan dan kita pastinya tetap membina, kita perkuat dengan prokesnya. Jika sudah berjalan kita juga terus pantau apakah sipenjual menggunakan APD atau tidak, bahkan urusan penempatan sampah maupun limbah cair juga sudah dipikirkan,” ucapnya.(cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2