Waspada
Waspada » Sampai Titik Darah Terakhir Buruh Tolak UU Omnibus Law
Medan

Sampai Titik Darah Terakhir Buruh Tolak UU Omnibus Law

BURUH menyampaikan aspirasi ketika berdemo dI DPRD Sumut, Selasa (25/8). Sampai titik darah terakhir buruh tetap tolak UU Omnibus Law. Waspada/Patono Budy
BURUH menyampaikan aspirasi ketika berdemo dI DPRD Sumut, Selasa (25/8). Sampai titik darah terakhir buruh tetap tolak UU Omnibus Law. Waspada/Patono Budy

MEDAN (Waspada): Untuk kesekian kalinya, seratusan buruh dari berbagai aliansi pekerja kembali mendatangi gedung DPRD Sumut, Selasa (25/8). Mereka menegaskan sampai titik darah terakhir buruh tetap akan melakukan perlawanan tolak UU Omnibus Law atau UU Cipta Lapangan Kerja.

Kali ini mereka berasal dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Serikat Buruh Indonesia (SBMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), yang menegaskan sampai mati tetap menolak undang-undang cipta lapangan kerja itu.

“Sampai titik darah terakhir buruh tolak UU Omnibus Law. Kalau disetujui juga, maka kita tak ubahnya jadi kaperlek (kapan perlu dipakek),” kata Ketua DPW FSPMI-KSPI Sumut, Willy Agus Utomo dalam orasinya.

Karena, lanjut Willy, kapan saja buruh saja bisa diberhentikan tanpa pesangon,”

Demo yang mereka gelar kali ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia yang bertujuan meminta DPR RI menunda pengesahan UU Omnibus Law jadi undang-undang.

Dia menyebutkan UU Omnibus Law adalah produk banci, karena banyak persoalan yang dialami pekerja/buruh tentang hak-hak mereka.

Termasuk tunjangan hari raya, dan sistem kerja outsourcing.

Undang undang itu juga hanya melayani kepentingan kapitalis pengusaha dan mereduksi keadilan dan kesejahteraan khususnya bagi kaum pekerja.

Lanjutkan ke Jokowi

Setelah berorasi sambil membawa berbagai spanduk, utusan pekerja diterima anggota DPRD Sumut, Wagirin Amran.

Dalam pertemuan itu, politisi Golkar itu kembali mengulangi komitmennya untuk terus melanjutkan aspirasi buruh ke Presiden Jokowi.

Aspirasi juga akan disampaikan DPR RI sekaligus desakan agar UU Omnibus Law diminta tidak disahkan jadi undang-undang.

“Sudah cukup banyak aspirasi yang datang dari buruh yang demo di DPRD Sumut ini, tentu saja akan disampaikan,” kata Wagirin usai pertemuan kepada Waspada.

Dalam waktu dekat, lanjut Wagirin, DPRD Sumut juga akan mengundang dinas terkait, untuk membahas antisipasi jika pemerintah menyetujui UU Omnibus Law.

Wagirin juga memuji sikap gigih buruh yang tiada henti menyampaikan aspirasinya menolak UU tersebut.

“Kalau jumlahnya saya sudah lupa, mungkin sudah ratusan yang demo,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun, aksi demo buruh tolak Ombinus Law juga berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Jakarta dan Surabaya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2