Waspada
Waspada » Sakhyan Asmara Serukan Pilkada Sebagai Kontestasi “Kawan Bersaing”
Headlines Medan

Sakhyan Asmara Serukan Pilkada Sebagai Kontestasi “Kawan Bersaing”

Dr Sakhyan Asmara, MSP.Waspada/Ist
Dr Sakhyan Asmara, MSP.Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Dr Sakhyan Asmara MSP menyerukan Pilkada kota Medan sebagai kontestasi “kawan bersaing”. Karena dengan begitu akan terjadi Pilkada yang produktif, mendidik dan dapat menghasilkan sosok wali kota yang ideal.

“Apabila diberikan kepercayaan oleh partai politik, saya ingin Pilkada Medan jauh dari kata perseteruan, persaingan tidak sehat, saling menjelekkan, menganggap kawan adalah rival. Saya beranggapan siapa yang masuk ke dalam bursa (calon wali kota) adalah ‘kawan bersaing’. Sebagai kawan tentu akan baik-baik saja. Sudah ada ketetapan itu semua dari Allah SWT siapa yang jadi wali kota, untuk apa ngotot,” papar bakal calon (Balon) Wali Kota Medan ini, Senin (3/2).

Mantan Deputi Menpora Bidang Pengembangan Pemuda ini telah berkomunikasi dengan 10 partai politik (Parpol) yang memiliki kursi di DPRD Kota Medan. Sebab, partai yang memiliki kursi akan menjadi lokomotif pertarungan karena bisa mengusung pasangan calon. “PDIP dan Gerindra bisa mengusung sendiri, PKS harus koalisi, PAN begitu juga. Kalau ditanya sama saya mana strategis, semua strategis, tapi ada hitungan-hitungan perahu (partai) mana yang bisa konstan melaju sampai finish, gak usah kencang kali. Tapi konstan, bisa memenangkan Pilkada,” ujarnya.

Menurut mantan Kadispora Sumut ini, komunikasi harus dijalin dengan semua partai, dan itu sudah dilakukannya. “Dalam ilmu politik itu disebut lobi-lobi kepada partai, membangun silaturahmi sambil menawarkan gagasan dan ide. Ada yang kasih sinyal, tapi belum bisa bilang. Insya Allah jalur partai, bukan dengan jalur independen,” tegasnya. Sakhyan memprediksi setiap partai politik akan membuka pendaftaran bakal calon Wali Kota Medan. Ia berjanji akan mendaftar ke semua partai yang membuka penjaringan.

“Saya pasti mendaftar, karena berkeinginan menggunakan partai. Tapi saya punya perhitungan, bisa dilihat mana yang intens dan bersedia mengusung dengan hitungan kalau partai mengusung kita bisa menang,” tuturnya. Jaringan kepada masyarakat yang selama ini dibuatnya, tanpa disadari telah menjadi modal dasarnya untuk bisa bertarung di Pilkada Medan. Padahal, itu tidak pernah dipikirkan sebelumnya.

Sebelum terlalu jauh masuk kepada kontestasi Pilkada Medan, terlebih dahulu ia ingin membuat pendidikan politik kepada masyarakat dengan mengubah pola pikir agar tidak lagi melihat isi kantong kandidat, baik pada pemilihan kepala daerah, pemilihan calon anggota legislatif dan pemilihan presiden. “Jangan lagi melihat isi kantong. Tapi, harus dilihat isi otak dan hatinya. Politik itu sebenarnya untuk kekuasaan atau kesejahteraan?” tanya dia.

Dijelaskannya, kesejahteraan merupakan akumulasi dari keindahan, kebersihan, ketenangan, keteraturan, terang dan sejahtera, serta masyarakat hidup bergerak. ”Bisa transaksi di mana-mana aman, aktivitas masyarakat itu nyaman. Tidak dihantui macam-macam faktor, misalkan kalau jalan takut jalan berlubang, kalau hujan takut banjir, kalau jalan takut macat, kalau malam takut begal, dan itu mengurangi kenyamanan. Kalau mau berobat gak ada duit, BPJS antre panjang. Masalah kita itu,” urainya.

Sakhyan menjelaskan, kepala daerah itu baginya adalah tanggung jawab untuk menyejahterakan rakyat. Bukan hanya semata-mata kekuasaan. “Kalau melihat kepala daerah itu hanya kekuasaan, kita tidak akan melihat apakah ia bisa menjalankan amanah itu atau tidak, yang penting kekuasaan itu bisa kita genggam, perkara bisa dilaksanakan dengan baik itu nomor dua. Jangan seperti itu,” papar Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIK) “Pembangunan” Medan ini.(m07/A)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2